<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714</id><updated>2011-07-07T18:48:06.277-07:00</updated><title type='text'>blogisihati</title><subtitle type='html'>sebuah blog yang mengungkapkan kata hati, renungan dan harapan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-8900385494982245443</id><published>2010-04-08T21:33:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T21:36:32.346-07:00</updated><title type='text'>Mencari Format Pendidikan Autis (Catatan pada Peringatan Hari Peduli Autis Sedunia 2 April 2010)</title><content type='html'>Autisme. Nama itu kini sudah tidak asing lagi di telinga kita. Semakin hari kata-kata autis sudah mulai dikenal oleh masyarakat luas. Meskipun sebagian besar hanya tahu nama saja, tapi hanya jarang yang paham bagaimana autis itu sebenarnya. Tentu mereka yang paham tersebut, tak lepas dari hubungan orang tua dari penyandang autis, siblings (saudara sekandung) keluarga, kerabat dan teman dekat saja serta orang-orang yang berhubungan langsung dengan para penyandang autis.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan saat ini ada hal yang paling mengkhawatirkan bagi para orang tua dari penyandang autis, dimana  ada beberapa oknum dari kalangan selebriti atau orang yang cukup terkenal yang mengolok-olokkan nama autis dan itu dimuat di media. Orang yang suka menyendiri, mereka sebut autis, orang yang nggak suka bergaul mereka sebut juga autis. ‘’Dasar autis’’ kata mereka sambil tertawa mengolokkan temannya. Seakan-akan autis hanya sebuah julukan atau sebutan untuk mengolokkkan-olokkan orang lain. Padahal jika mereka paham apa arti autis sebenarnya, pasti akan ada kecemasan yang mendalam yang dapat kita rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita harus merenung dengan apa yang dikatakan dr Melly Budiman dalam tulisannya, di kolom Kompas pada tgl 19 Maret 2008 lalu bahwa ‘’memang anak autis tidak mati, tetapi juga tidak hidup’’. Sebuah pernyataan yang dapat membuat merinding bulu kuduk kita. Ini sebuah kenyataan, terutama bagi para orang tua dari penyandang autis yang bisa merasakannya. Hal yang hampir senada juga dipikirkan orang tua tentang nasib dan hidup anak autis yang seperti berada di awang-awang, ‘’tidak naik ke atas langit dan tidak juga turun ke bumi’’. Bagaimana tidak, seorang cacat fisik seperti tuna rungu, tuna netra dan tuna grahita, kehilangan salah satu anggota badannya masih bisa mempertahankan diri mereka dan bisa mandiri bahkan malah ada yang bisa memenuhi hidup orang lain atau orang normal. Namun bagi anak autis, sepanjang hidupnya perlu terapi dan ada pihak-pihak yang mengontrol kegiatan ataupun kemandiriannya dan itu hanya dapat dilakukan bagi orang-orang yang memahami perilakunya. Jika tidak,  tentu mereka akan dianggap aneh, gila, sakit jiwa dan sebagainya. Seperti banyak yang kita temui dari informasi di media, ada anak yang dikurung oleh orang tuanya di dalam kandang kambing,atau juga dipasung beberapa tahun karena takut mengamuk dan menyakiti orang lain. Padahal orang-orang disekitarnya itu tidaklah paham terhadap kondisi anak autis tersebut sehingga mereka diperlakukan dengan keliru. Tentunya pikiran-pikiran  ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena banyak juga anak-anak autis yang bisa dibanggakan dengan bakat dan kemampuan luar biasa yang mereka miliki, namun mereka juga tetap harus dipantau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang dimiliki oleh penyandang autis sangatlah kompleks dan rumit. Tak heran, organisasi dunia seperti Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengangkat tema ini pada tahun 2007 lalu yang diusulkan oleh pemerintah Qatar . World Autism Awareness Day atau Hari Peduli Autis Sedunia diperingati setiap tanggal 2 April yang dimulai sejak tahun 2008 lalu. Peringatan ini ditetapkan dan diperkuat dalam resolusi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) nomor 62/139 yang dikeluarkan pada tanggal 18 Desember 2007. Kenapa sebegitu memperihatinkan persoalan autis ini dan kenapa sebegitu kompleksnya ‘’dia’’? Autis memang bukan suatu penyakit dan tentu tidak akan menular, tapi autis adalah spektrum, ini menggambarkan autisme yang paling ''parah'' (severe). Autisme adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak, yang gejalanya sudah timbul sebelum anak itu mencapai usia tiga tahun. Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif. Gejala yang sangat menonjol adalah sikap anak yang cenderung tidak mempedulikan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, mereka menolak berkomunikasi dan berinteraksi, seakan-akan hidup dalam dunianya sendiri. Anak autistik juga mengalami kesulitan dalam memahami bahasa dan berkomunikasi secara verbal. Disamping itu seringkali (prilaku stimulasi diri) seperti berputar-putar, mengepak-ngepakan tangan seperti sayap, berjalan berjinjit dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala autisme sangat bervariasi. Sebagian anak berperilaku hiperaktif dan agresif atau menyakiti diri, tapi ada pula yang pasif. Mereka cenderung sangat sulit mengendalikan emosinya dan sering tempertantrum (menangis dan mengamuk). Kadang-kadang mereka menangis, tertawa atau marah-marah tanpa sebab yang jelas. Ini yang sering dianggap orang aneh. Intensitas gejala autisme juga berbeda-beda, dari sangat ringan sampai sangat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan banyaknya perbedaan di antara masing-masing individu, gangguan perkembangan ini lebih sering disebut sebagai Autistic Spectrum Disorder (ASD) atau Gangguan Spektrum Autistik (GSA). Bahkan ada varian autis yang disebut sindrom asperger, Autisme dapat terjadi pada siapa saja, tanpa membedakan warna kulit, status sosial ekonomi maupun pendidikan seseorang. Tidak semua individu ASD/GSA memiliki IQ yang rendah. Sebagian dari mereka dapat mencapai pendidikan di perguruan tinggi. Bahkan ada pula yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang tertentu (musik, matematika, menggambar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara detail, berikut ini merupakan prilaku autis yang sering dijumpai pada anak. Yaitu, sulit bersosialisasi dengan anak-anak lainnya, tertawa atau tergelak tidak pada tempatnya, tidak pernah atau jarang sekali kontak mata, tidak peka terhadap rasa sakit, lebih suka menyendiri; sifatnya agak menjauhkan diri, suka benda-benda yang berputar / memutarkan benda,  ketertarikan pada satu benda secara berlebihan, hiperaktif/melakukan kegiatan fisik secara berlebihan atau malah tidak melakukan apapun (terlalu pendiam), kesulitan dalam mengutarakan kebutuhannya; suka menggunakan isyarat atau menunjuk dengan tangan daripada kata-kata, menuntut hal yang sama; menentang perubahan atas hal-hal yang bersifat rutin, tidak peduli bahaya, menekuni permainan dengan cara aneh dalam waktu lama, echolalia (mengulangi kata atau kalimat, tidak berbahasa biasa), tidak suka dipeluk (disayang) atau menyayangi, tidak tanggap terhadap isyarat kata-kata; bersikap seperti orang tuli, tidak berminat terhadap metode pengajaran yang biasa, tentrums – suka mengamuk/memperlihatkan kesedihan tanpa alasan yang jelas, kecakapan motorik kasar/motorik halus yang seimbang (seperti tidak mau menendang bola namun dapat menumpuk balok-balok).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kompleksitas permasalahan yang diderita oleh penyandang autis ini, hal yang paling mendasar saat ini yang dirasakan oleh orang tua adalah mengenai pendidikan yang tepat untuk anak mereka. Sekolah, sekolah dan sekolah! Tentunya peran pemerintah juga sangat penting mencari format pendidikan yang tepat untuk anak autis. Dengan perkembangan penyandang autis yang kian meningkat setiap tahunnya, juga harus menjadi perhatian penting bagi pemerintah. Meskipun Indonesia belum memiliki data khusus tentang perkembangan jumlah penyandang autis, namun bisa dilihat dari jumlah tempat terapi dan sekolah autis yang jumlah siswanya semakin bertambah. Fenomena ini, seharusnya menjadi pusat perhatian penting bagi kita semua, terutama bagi pemerintah. Karena masalah ini memang sudah menjadi tanggungjawab pemerintah tentang masa depan generasi muda, anak-anak yang akan menjadi aset bangsa, yang pastinya menjadi peran utama dalam membangun bangsa ini sekarang dan juga masa yang akan datang. Apalagi, kita (Indonesia, red) sudah mempunyai Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dimana, dalam Undang-undang tersebut disebutkan bahwa setiap anak berhak bersekolah dan harus bisa diterima di sekolah. Setiap anak, dengan tidak ada pengecualiannya. Dengan demikian pemerintah juga harus berupaya untuk mensosialisasikan tentang keberadaan anak autis di setiap sekolah. Karena persoalan yang jarang terjawab saat ini untuk anak autis adalah dimana ia akan bersekolah nantinya. Untuk ditampung di Sekolah Luar Biasa (SLB) tentunya pemerintah perlu memikirkan peningkatan jumlah pengajar dan juga memikirkan penambahan SLB lagi. Dengan melihat spektrum autis yang kompleks, format pendidikan yang tepat untuk anak autis juga harus berbeda, sesuai dengan kebutuhannya. Seorang anak autis idealnya diajar satu orang guru, seperti di pusat terapi. Kenapa tidak ikut terapi saja? Bisa dibandingkan jumlah jam terapi dengan jam sekolah dikaitkan dengan jumlah biaya yang dikeluarkan. Punya anak autis, secara otomatis kita harus berhadapan dengan ‘’ongkos’’ yang mahal. Mereka anak-anak spesial. Saat ini saja untuk kota Pekanbaru dan Riau satu jam terapi membutuhkan biaya sebesar Rp25-40 ribu. Coba bayangkan jika jumlah jam sekolah 4-7 jam sehari dikalikan dengan 6 hari sekolah. Jika di tempat terapi tentu biaya yang dikeluarkan oleh orang tua lebih besar dari biaya kuliah seorang anak di perguruan tinggi. Karena itu idealnya ada sekolah khusus yang dapat menampung anak autis ini. Saat ini sekolah khusus (autis) di Riau, baru diprakarsai pihak-pihak swasta, itupun kalau tidka salah baru satu jumlahnya . Tentu sekolah ini tidak disubsidi oleh pemerintah. Alangkah baiknya jika pemerintah yang menangani sekolah-sekolah ini. Mungkin perlahan-lahan bisa membangunnya, namun untuk sekarang juga bisa dipikirkan sekolah inklusi yang bisa menampung anak-anak autis. Seperti yang dilakukan oleh pemerintah Kota Bukittingi sudah ada sekolah khusus untuk anak autis dan memiliki kurikulum khusus bagi anak-anak autis ini. Sekolah ini diberikan oleh Pemerintah setempat. Sementara Wali Kota Kota Bogor Achmad Ruyat pada bulan Maret 2010 ini juga telah membuka pelatihan bagi 30 orang guru sekolah dasar mendapat pelatihan teknik mengajar dan membimbing anak penderita autis. Pemko Bogor telah menyediakan pendidikan inklusi untuk anak-anak autis, Attention Defective Disorder (ADD). dan Attention Defective Hyperactive Disorder (ADHD) , di SDN Semeru 3, SD Perwira , dan SD Batutulis 2. Agaknya pemerintah Riau, khususnya Pekanbaru mesti lebih tanggap menghadapi persoalan ini. Dinas Sosial atau instansi terkait seperti Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (PPPAKB) bisa mendata jumlah anak-anak autis di Pekanbaru dan Riau dan selanjutnya bekerjasama dengan Dinas Pendidikan setempat untuk memikirkan pendidikan yang tepat bagi mereka. Mungkin Pemerintah Pekanbaru contohnya pernah menyebutkan untuk guru di Pekanbaru sudah cukup, tapi bagaimana untuk guru bagi anak-anak penyandang cacat, penyandang autis dan bagi anak-anak berkebutuhan khusus lainnya. Mereka juga tidak bisa disepelekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah juga turut memperhatikan penyebab lain dari bertambahnya jumlah para penyandang autis ini, karena penyebab autis sering dikaitkan dengan masalah vaksin berthimerosal, polusi udara, makanan yang terkontaminasi karena banyaknya perusahaan yang membuang limbah mereka sembarangan. Penyandang autis banyak ditemukan dalam tubuhnya logam tertentu yang kadarnya berat. Logam ini juga menjadi pemicu prilaku autistic. Banyak penyandang autis yang harus diet makanan tertentu. Harus kita akui masalah pencemaran sering menjadi pemicu datangnya malapetaka di dunia, dan itu semua tentunya tidak lepas dari ulah ‘’tangan-tangan jahat’’ manusia. Pembangunan yang dilakukan sering tidak mengindahkan lingkungan. Semoga ini menjadi PR bagi kita semua, untuk secara bersama-sama peduli autisme. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-8900385494982245443?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/8900385494982245443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=8900385494982245443' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/8900385494982245443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/8900385494982245443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2010/04/mencari-format-pendidikan-autis-catatan.html' title='Mencari Format Pendidikan Autis (Catatan pada Peringatan Hari Peduli Autis Sedunia 2 April 2010)'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-1710617010764886171</id><published>2009-08-08T01:55:00.000-07:00</published><updated>2009-08-08T02:23:32.774-07:00</updated><title type='text'>Cinta=Tanpa Pamrih????</title><content type='html'>Cinta. Kalau ditanya pada setiap orang apa itu cinta, pasti definisi yg mrk ungkapkan berbeda2. Namun, ada definisi cinta yg kuanggap sangat tepat disandingkan dgn kata cinta itu sendiri yaitu tanpa pamrih. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya banyak orang yg nggak menyadari kalau cinta dan tanpa pamrih itu benar-benar klop. Hatiku tersentuh kala melihat acara ''Masihkah Kau Mencintaku'' Rabu  lalu di RCTI. Seorang suami nggak mau menerima pemrintaan istrinya untuk menikah lg dgn wanita lain krn si istri merasa nggak sanggup menerima kondisinya yg udah nggak bs melayani sang suami krn penyakit kanker rahim yg menimpa dirinya sejak 3 tahun lalu. Bahkan si istri rela mencarikan dan merestui wanita lain yg akan menggantikan posisi dirinya. Alasan si suami nggak mau, dia sangat mencintai dan tetapi mencintai sang istri selamanya dgn apapun kondisinya. Meskipun kedua belah pihak sama2 merasa tersiksa. Dan dia mengaku, cintanya tanpa pamrih pada sang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, bikin hati terenyuh, hampir jarang ditemui adanya cinta sprt itu jk melihat zaman skrg. Ini jg yg membuatku cukup merenung, ttg arti dan makna kata cinta yg sebenarnya. Memang cinta seharusnya tanpa pamrih. Nggak minta balas jasa. Namun justru cinta yg sprt itu yg jarang kita temui. Aku berpikir, alangkah bangga dan berbahagianya suatu pasangan, yg memiliki cinta tanpa pamrih itu. Alangkah beruntungnya mereka. Mereka bisa bikin iri banyak orang. Dan tentu, kita semua pasti ingin memiliki cinta tanpa pamrih itu. Tapi mungkin sulit untuk menggapainya krn dibalik cinta tanpa pamrih itu ada sejumlah sikap yg hrs dimiliki suatu pasangan sprt sikap menerima apa adanya kondisi pasangan, sikap saling menghargai dan menghormati pasangan dan makna cinta yang mereka miliki, sikap yg saling membutuhkan, suatu sikap ''saat kamu tiada di sampingku, aku merasa sepi, aku merasa sendiri dan aku merasa pincang, kamulah penyeimbangku''. Apakah aku, kamu dan kalian mampu menggapai cinta tanpa pamrih itu???? ***       &lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-1710617010764886171?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/1710617010764886171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=1710617010764886171' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/1710617010764886171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/1710617010764886171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2009/08/cintatanpa-pamrih.html' title='Cinta=Tanpa Pamrih????'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-7387681268908701560</id><published>2009-08-08T01:14:00.000-07:00</published><updated>2009-08-08T01:49:30.515-07:00</updated><title type='text'>Asap di Riau, Ke Mana Mesti Sembunyi?</title><content type='html'>Ada tiga musim yg kerap singgah di Riau, pertama musim kemarau, kedua musim banjir dan ketiga musim asap. Kali ini kondisi daerah di Riau lbh banyak terlihat kabut asap. Kemarin aku mengobati anakku yg influensanya nggak sembuh-sembuh. Dia kubawa ke dokter spesialis anak yg cukup terkenal di Pekanbaru. Apa hasilnya? Dia mengaku angkat tangan. Lho kok? Katanya kalau influensanya terkena virus msh bs dia obati dan pasti nggak bolak-balik lg. Tp ini influensanya dipastikan akibat cuaca Pekanbaru yg sarat dgn kabut asap. Solusi yg diberikannya pd kami, jk nggak mau bolak-balik lg influensanya, kami disarankan untuk mengungsi ke kota Bukittinggi, sementara waktu, menjelang kabut asap usai.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya solusi ini cukup membingungkan, mengungsi? sekeluarga? dalam waktu yg tidak bs ditentukan? Wah, wah tentunya ini terlalu sulit bg kami. Mata pencarian kami di sini, anak-anak sekolah di sini? Bagaimana bisa ini dilakukan? Pastinya kami tentu nggak bs memenuhi saran itu, dan terpaksa hrs menerima kondisi anak yg bakal rentan terkena flu, batuk dan akhirnya demam kalau badannya dah nggak sanggup lg menahan semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asap., asap kemana lg hrs sembunyi? Knp pemerintah jg angkat tangan menangani kondisi ini? Kok nggak ada aksi besar-besaran dr masyarakat atau sekelompok masyarakat untuk mendesak pemerintah menuntaskan soal asap ini? Padahal, jujur....soal asap ini sudah lama terjadi dan terus berulang-ulang setiap tahun di Riau. Aku ingat saat KKN tahun 1997 lalu di Rokan Hilir, aku merasakan kabut asap yg cukup banyak di daerah ini. Dan sekarang sudah berlalu 12 tahun lamanya, kondisi tetap sama, walau pemerintahnya jg sudah silih berganti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh sekali di negeri ini, banyak kt temui lembaga, instansi, kelompok kepentingan, organisasi kemasyarakatan, organisasi para kaum intelektual, tapi kok nggak mau ngurus kondisi yg ada. Harusnya sprt dokter yg ngaku angkat tangan tp kok diam saja nggak ada presure pd pemerintah ttg akibat atau dampak kabut asap ini. Jg pihak sekolah yg nggak teriak keras dgn kondisi ini yg berakibat pd banyaknya siswa2 yg nggak masuh sekolah krn sakit akibat kabut asap. Jg para aktivis lingkungan hidup, kok diam saja? So, kmn lg hrs bertanya? kmn lg hrs cr solusi? hrskah, orang2 asing lg yg mesti turun tangan menangani persoalan ini? Nggak mampukah kita??????&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-7387681268908701560?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/7387681268908701560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=7387681268908701560' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/7387681268908701560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/7387681268908701560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2009/08/asap-di-riau-kemana-hrs-sembunyi.html' title='Asap di Riau, Ke Mana Mesti Sembunyi?'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-2794090551445926368</id><published>2009-04-07T04:24:00.000-07:00</published><updated>2009-08-08T01:21:49.829-07:00</updated><title type='text'>Artikel April2 09: Pemilih Cerdas=Legislatif Berkualitas</title><content type='html'>Tanggal 9 April 2009 seluruh bangsa Indonesia yang memiliki hak pilih secara bersama-sama  menggunakan hak pilihnya untuk memilih para wakil rakyat yang akan duduk di lembaga  legislatif. Mulai dari memilih calon anggota DPRD di tingkat kota/kabupaten, tingkat  provinsi hingga ke tingkat pusat (DPR-RI) dan DPD (non partai). Pemilihan dilakukan secara  langsung dalam bentuk pesta demokrasi Pemilu (pemilihan umum). Semestinya pemilu yang kita  jalankan ini dapat menghasilkan anggota legislatif yang berkualitas sehingga lembaga  tersebut juga akan menjadi berkualitas dalam menyerap aspirasi rakyat. Karena keputusan yang  diambil oleh legislatif adalah bentuk perwujudan dari aspirasi masyarakat yang diwakili  (konstituen) oleh para wakil rakyat yang terpilih. Dengan demikian proses demokrasi yang  dihasilkan dapat membentuk sistem yang kuat untuk mensejahterakan rakyat secara keseluruhan.  &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat mewujudkan hal ini, kualitas legislatif yang diharapkan sangat ditentukan oleh para pemilih (konstituen). Mengapa demikian? Karena pada dasarnya partai politik (parpol) yang ikut dalam pemilu lebih cenderung menempatkan prioritas utama pada kader-kadernya untuk maju sebagai calon legislatif. Kemudian jika jumlah caleg kurang dari yang berdasarkan undang-undang, barulah dicari tokoh-tokoh yang cukup dikenal di luar partai lebih sering orang-orang terdekat dari kader atau caleg parpol yang bersangkutan. Tentu, bagi parpol yang sudah melakukan sistem pengkaderan tidak sulit mencari calon legislatif karena sudah termasuk dalam sistem parpol tersebut. Dalam memilih calon legislatif dari parpol inilah yang harus dicermati oleh para pemilih. Karena tidak dapat dipungkiri, budaya kekerabatan masih cukup kental mengisi kebijakan parpol dalam menentukan caleg-caleg mereka.&lt;br /&gt;Tanpa melihat kualitas dan kredibilitas si caleg, banyak orang-orang yang mestinya layak dan cocok untuk dapat didukung dan diusung menjadi wakil rakyat di DPR/DPRD menjadi tersingkir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya ini harus diwaspadai oleh para pemilih untuk benar-benar teliti dan lebih cerdas dalam memilih wakil mereka di legislatif.Untuk dapat menghasilkan legislatif yang berkualitas tentunya kita harus melihat kualitas, integritas dan kredibilitas caleg yang akan kita pilih. Karena perlu diketahui hingga saat ini saja, banyak rakyat atau konstituen yang tidak tahu apa tugas dan fungsi dari legislatif &lt;br /&gt;tersebut saat bersekutu menjalankan roda pemerintahan. Karena negara Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang menganut prinsip Trias POlitica, yang membagi tiga kekuasaan politik negara yaitu eksekutif, legislatif dan judikatif. Ketiga lembaga negara ini sifatnya saling lepas (independen) namun berada dalam peringkat sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances. Lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif. Sementara lembaga-lembaga pengadilan yang berwenangmenyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembaga-lembaga perwakilan rakyat (DPR/DPRD/DPD) memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. Di bawah sistem ini, keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil rakyat yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konstituen) dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif, selain sesuai hukum dan peraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu lembaga legislatif sendiri memiliki tiga fungsi penting di antaranya, pertama membuat peraturan perundang-undangan di tingkat DPRD berupa Perda dan UU di tingkat DPR RI. Kedua, menyusun dan menyetujui anggaran dengan produk akhir berupa APBN/ APBD. Ketiga, mengawasi eksekutif yang berkewajiban melaksanakan amanah UU/perda dan APBN/APBD. Jika saja pemilih tahu dengan ketiga fungsi legislatif ini tentunya mereka tahu siapa caleg yang harus mereka pilih. Jangan sampai ketika duduk di DPRD, anggota DPR/DPRD/DPD yang dipilih tidak bisa menjalankan peran dan fungsinya sebagai wakil rakyat. Ini yang sering terjadi mengacu pada hasil pemilu sebelumnya, dimana para konstituen merasa kecewa dan anggota DPRD yang mereka pilih tidak bisa menyuarakan aspirasi mereka, bahkan UU atau peraturan yang dibuat legislatif banyak yang tidak memihak pada rakyat. Tentunya caleg yang mesti dipilih adalah yang bisa menyerap aspirasi rakyat, aktif dalam kegiatan merancang uu dan peraturan serta aktif dalam menyusun dan menyetujui anggaran yang memihak kepentingan rakyat. Yang lebih penting lagi, setelah mereka duduk di legislatif tidak lupa menyapa dan turun ke &lt;br /&gt;konstituennya. Tidak hanya menjelang masa-masa pemilu saja. Pemilih pun harus jeli mengamati para caleg yang saat ini masuh duduk di legislatif, apakah saat masa reses, mereka di DPR/DPRD/DPD benar-benar melakukan reses atau turun ke konstituen mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Golput&lt;br /&gt;Sehubungan dengan tulisan ini, menyangkut fenomena golongan putih (golput) atau tidak &lt;br /&gt;memilih ini juga harus dicermati oleh para pemilih. Setelah membaca opini AlaidinKoto di Riau Pos beberapa hari yang lalu soal Fatwa Haram Golput oleh MUI, saya sangat memahami agar memang sebaiknya pemilih tidak melakukan upaya Golput. Bagaimanapun ini akan berdampak bagi mada depan bangsa ini lima tahun ke depan. Karena anggota legislatif yang dipilih ini akan bekerja selama lima tahun ke depan. Memang mungkin ada dari caleg yang tidak pantas untuk dipilih sebagai wakil rakyat, namun kita juga harus bisa menerima kenyataan bahwa tidak semua caleg seperti itu. Mungkin tidak ada yang terbaik atau sempurna, tapi setidak-tidaknya kita mengambil yang mendekati itu. Kesempurnaan yang diinginkan konstituen dari wakilnya sebenarnya bisa diciptakan oleh konstituen itu sendiri. Jika saja, dalam perjalanan karier di legislatif, anggota DPR/DPRD/DPD yang mereka pilih tidak dapat menjalankan amanah rakyat, maka pemilih bisa saja mengadukannya ke fraksi anggota DPR/DPRD, atau juga ke pimpinan partai mereka atau juga bisa ke ketua DPRD. Pemilih bisa saja meminta penggantinya atau mem&lt;br /&gt;-PAW kan angggota DPRD tersebut. Karena pemilu sendiri merupakan salah satu dari proses demokrasi, yang dalam bahasa Yunani terdiri dari istilah demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan demokrasi itu sendiri sebagai perwujudan pemerintahan rakyat, yang berasal dari rakyat sendiri, dan dilakukan oleh rakyat dan hasilnya juga untuk rakyat. Untuk apa kita punya wakil, tapi wakil tersebut tidak bisa mewakili kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalah para para pemilih memilih untuk golput, bagaimana jika memang caleg yang terpilih benar-benar tidak bisa diandalkan, tidak bisa jadi wakil rakyat atau tidak mencerminkan perwujudan rakyat? Apalagi jumlahnya hampir seluruhnya dari jumlah anggota DPR/DPRD secara keseluruhan? Bagaimana nasib bangsa ini ke depan? Apa yang bisa dihasilkan para anggota DPRD tersebut dalam membuat UU dan peraturan yang memihak pada kepentingan rakyat? Bagaimana bisa mereka mengajukan dan menyusun anggaran yang bisa memihak pada rakyat, atau bahkan justeru menyengsarakan rakyat? Bagaimana mereka bisa mengawasi pemerintah (eksekutif) dalam melaksanakan amanah UU/perda dan APBN/APBD? Ini yang harus kita waspadai agar hasil pemilu yang diperoleh benar-benar menciptakan lembaga legislatif yang berkualitas. Tentunya hasil ini ada di tangan-tangan Anda, para pemilih. Karena itu jadilah pemilih cerdas! Dengan demikian legislatif yang dihasilkan adalah legislatif yang berkualitas. Suara Anda, sangat menentukan nasib bangsa ini lima tahun ke depan.&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-2794090551445926368?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/2794090551445926368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=2794090551445926368' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/2794090551445926368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/2794090551445926368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2009/04/artikel-april2-09-pemilih.html' title='Artikel April2 09: Pemilih Cerdas=Legislatif Berkualitas'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-5629895839395152632</id><published>2009-04-07T04:22:00.000-07:00</published><updated>2009-04-07T04:24:25.062-07:00</updated><title type='text'>Artikel April 09: Autisme Meradang</title><content type='html'>Mungkin banyak yang tak tahu atau tidak ingat, jika hari ini merupakan peringatan ''Hari Peduli Autisme Sedunia'' (HPAS). Yah, peringatan ini ditetapkan dan diperkuat dalam resolusi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) nomor 62/139 yang dikeluarkan pada tanggal 18 Desember 2007. Peringatan ini bukan hanya sekedar upaya memperingati tanggal yang bersejarah ini, tapi lebih dari pengungkapan rasa kekhawatiran kita akan terhadap angka peningkatan penyandang autis dari waktu ke waktu. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa perlu dikhawatirkan? Meski bukan suatu penyakit menular, namun autisme merupakan gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak, dan ini dapat terlihat jelas sebelum si anak mencapai usia 3 ahun. Gangguang tersebut lebih sering disebut gangguan spektrum autistik (ASD atau Autistic Spektrum Disorder). Tentunya ini warning bagi para orang tua, agar hati-hati dengan perkembangan anak-anak mereka. Sebab, autisme sendiri disebabkan karena adanya gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak mempunyai kesulitan dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif. Sehingga lebih sering kita melihat para penyandang autis seakan-akan mempunyai ''dunianya sendiri''. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan dramatis jumlah penyandang autis ini lebih banyak ditemui di Amerika Serikat. Peningkatan lainnnya juga terjadi di Amerika Utara, Eropa Barat dan Jepang. Pada tahun 2007 lalu saja tercatat 35 juta jiwa penyndang autis di negara-negara ini. Di Indonesia memang belum terdeteksi peningkatan jumlah tersebut karena saat ini pun belum memiliki data statistik bagi jumlah para penyandang autis ini. Meskipun demikian tak dapat dipungkiri dari tahun ke tahun semakin banyak berdiri pusat terapi dan sekolah khusus bagi penyandang autis. Di pusat-pusat terapi dan sekolah khusus tersebut juga bisa disimak peningkatan jumlah anak penyandang autis. Dari fenomena ini saja dapat kita ketahui bahwa peningkatan jumlah penyandang autis di Indonesia kian bertambah. Sementara anak-anak yang lulus atau lepas dari autis jarang pernah kita jumpai. Bahkan banyak para orang tua di pusat terapi autis mengeluh,''Disini (pusat terapi autis, red) kok jumlah anak yang ikut terapi terus saja bertambah yah, sementara yang lulus terapi nggak ada. Kalaupun ada paling hanya bisa dihitung dengan jari saja, itupun belum dijamin 100 persen bisa benar-benar seperti anak normal.'' Demikian kecemasan dan kegalauan yang sering dikeluh-kesahkan oleh para orang tua dari anak penyandang autis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutapa di Indonesia dan di daerah pada khususnya. Penanganan autis belumlah dilakukan secara maksimal. Tidak seperti di negara-negara maju tersebut. Karena harus diketahui penanganan autisme memerlukan usaha yang sangat serius, dengan penanganan secara global, lintas sektoral dan lintas negara. Di sini peran media dan industri komunikasi sangat berperan penting dalam melakukan upaya sosialisasi. Tidak hanya itu pemerintah setempat memiliki peranan penting dalam memberikan dukungan dan sumber daya yang diperlukan. Begitupun dengan kalangan akademik sangat diperlukan untuk menemukan sebab dan mencari penanganan yang lebih baik terhadap penyandang autis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara kita, Indonesia penanganan autis saat ini masih sebatas pada sosialisasi informasi yang benar tentang autis saja. Sehingga sering kali para orang tua merasa putus asa karena tidak menjumpai penanganan autis yang lebih tepat. Hal ini tentu sangat berhubungan dengan masa depan penyandang autis itu sendiri. Karena harapan pertama yang ingin dicapai oleh para orang tua dari penyandang autis adalah bagaimana anak mereka bisa mandiri, bisa hidup sendiri terutama untuk keperluan dirinya sendiri. Dengan kemandirian tersebut, si anak juga bisa mendapatkan pendidikan yang cocok dan layak untuk mereka. Para pendidik juga harus memikirkan hal ini karena pendidikan bukan hanya milik anak-anak normal saja tapi juga para penyandang cacat dan penyandang autis serta anak-anak berkebutuhan khusus lainnya. Dengan demikian stigma negatif tentang anak autis bisa dapat dihilangkan. Anak autis tidak lagi menjadi beban, anak autis tidak lagi membuat malu orang tua ataupun keluarga dan anak autis juga bisa memperlihatkan potensi dan bakat yang ada pada diri mereka. Dalam hal ini tentunya diharapkan partisipasi dari pisak swasta dan pemerintah untuk membantu penanganan anak-anak autis agar lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang penting lagi, penanganan dilakukan secara merata hingga ke daerah-daerah. Karena penyandang autis terlahir tidak melihat siapa orang tua mereka dan dimana mereka tinggal, juga tidak melihat tingkat perekonomian keluarga mereka. Penyandang autis bisa terlahir dari keluarga kaya, juga bisa terlahir dari keluarga miskin. Mereka juga tidak melihat suku, agama dan ras. Karena harus diakui untuk melakukan penanganan secara maksimal bagi penanganan autis ini diperlukan biaya yang cukup besar. Untuk terapi saja, para orang tua bisa merogehkan kocek minimal Rp1 juta/anak autis, itupun hanya sekitar 1 jam saja terapinya. Bahkan ada orang tua yang mengeluarkan biaya Rp5-10 juta/anak autis untuk terapi dan sekolah mereka. Tak terbayangkan jika banyak anak autis yang telahir dari keluarga tak mampu, dikemanakan mereka, diapakan mereka ini? Tak bergunakah mereka? Jangan pernah mempunyai pikiran begitu karena pada dasarnya setiap makluk diciptakan Allah SWT memiliki kegunaan dan manfaat tersendiri. Setiap kita pasti punya sisi istimewa sendiri. Begitupun dengan penyandang autis. Bahkan di Amerika Serikat, seperti yang pernah dituturkan salah seorang ibu dari penyandang autis, pemerintah setempat sangat serius memperhatikan mereka. Hal ini tampak dari disediakannya suatu tempat khusus untuk sejumlah kreatifitas para penyandang autis. Hasilnya....??? Wow, sangat mengagumkan. Banyak karya-karya dan keratifitas yang tidak bisa diciptakan anak-anak normal, tapi bisa diciptakan para penyandang autis. Kita ingin langkah ini juga dilakukan oleh pemerintah Indonesia, dan pemerintah daerah pada khususnya. Sehingga autis tidak lagi meradang. Autis bisa merasa nyaman dan hidup normal sebagaimana manusia normal lainnya.   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-5629895839395152632?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/5629895839395152632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=5629895839395152632' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/5629895839395152632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/5629895839395152632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2009/04/artikel-april-09-autisme-meradang.html' title='Artikel April 09: Autisme Meradang'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-2122386619126750141</id><published>2009-04-07T04:12:00.003-07:00</published><updated>2009-04-07T04:17:37.277-07:00</updated><title type='text'>Artikel november: Hentikan Kekerasan terhadap Perempuan</title><content type='html'>Hari ini tanggal 25 November merupakan hari dimulainya kegiatan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Kegiatan ini berlangsung hingga tanggal 10 Desember mendatang. Mengapa harus enam belas hari? &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Komnas Perempuan sejak 2001 lalu sudah memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan kampanye ini. Lima tahun pertama kampanye difokuskan pada penggalangan keberpihakan pada korban, pemenuhan hak-hak perempuan korban kekerasan dan pemberian pelayanan terpadu sebagai wujud tanggungjawab negara. Selanjutnya Komnas Perempuan mengangkat tema perempuan pembela HAM. Perempuan adalah bagian yang tak terpisahkan dari komunitas pembela HAM dalam menghadapi berbagai kerentanan dan risiko perjuangannya. Karena kelaminnya, perempuan pembela HAM harus mendapat pengakuan, penanganan dan pencegahan terhadap risiko dan kerentanan tersebut. Pada tahun ini, untuk ke-8 kalinya dalam siaran pers di situsnya, Komnas Perempuan mendorong dan mendukung gerakan perempuan Indonesia melaksanakan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tema Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan pada tahun ini adalah. ‘’Mendesak komitmen politik kandidat Pemilu 2009 untuk pemenuhan HAM Perempuan’’ Tema ini dirumuskan Komnas Perempuan bersama dengan 24 mitra, yang terdiri dari wakil LSM perempuan, kelompok industri kreatif, komunitas agama dan lembaga pemerintahan daerah serta nasional, dalam sebuah workshop perumusan tema pada bulan Agustus 2008. Mulai hari ini Komnas Perempuan bersama 37 mitra akan melakukan Kampanye 16 hari Anti kekerasan Terhadap Perempuan. Mereka tersebar di beberapa wilayah Indonesia, dari Sumatera hingga Papua. Komnas Perempuan mendukung agenda kampanye ke-37 mitra tersebut dengan cara memfasilitasi perumusan tema bersama serta mendistribusikan alat-alat kampanye yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan kampanye mereka. Tema ini dipilih berdasarkan hal-hal sebagai berikut pertama,masih tingginya angka kekerasan  terhadap perempuan dan pelanggaran HAM perempuan, kedua kebijakan yang diskriminatif dan tidak berpihak pada perempuan korban tindak kekerasan dan ketiga karena hak perempuan korban atas kebenaran, keadilan dan pemulihan jaminan konstitusional atas hak-hak perempuan sebagaimana tertera dalam UUD 45 amandemen IV belum sepenuhnya terimplementasi secara efektif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye 16 Hari Anti kekerasan terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence) ini merupakan kampanye internasional untuk menorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Kegiatan ini dicetuskan pada Women’s Global Leadership Institute pertama tahun 1991 yang disponsori oleh center for Women’s Global Leadership. Setiap tahun, kegiatan ini dimulai pada tanggal 25 November yang merupakan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan kekerasan terhadap Perempuan hingga tanggal 10 Desember yang merupakan hari HAM Internasional. Dengan rentang waktu 16 hari ini para aktivis HAM perempuan mempunyai waktu yang cukup guna membangun strategi pengorganisasian agenda bersama untuk menggalan solidaritas, mengajak dan mendorong kegiatan bersama guna penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Dalam rentang waktu ini juga terdapat momen-momen penting yang terjadi di belahan dunia yaitu 25 November: Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan. Tanggal ini menjadi tanggal penghormatan tas meninggalnya Mirabal bersaudara (patria, Minerva dan Maria Teresa) di tahun 1960 akibat pembunuhan keji kaki tangan penguasa diktaktor Republik Dominika, Rafael Trujillo. Mereka merupakan aktivis politik yang tak henti memperjuangkan demokrasi dan keadilan, serta menjadi symbol perlawanan terhadap kediktaoran penguasa Republik Dominika pada waktu itu. Berkali-kalimereka mendapatkan tekanan dan penganiayaan dan berakhir pada pembunuhan keji. Tanggal ini sekaligus menandai ada dan diakuinya kekerasan berbasis gender. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya 1 Desember; Hari AIDS Sedunia. Dicanangkan dalam konferensi internasional tingkat menteri sedunia tahun 1988 yang dimulai dengan kampanye tahunan dalam menggalang dukungan public serta mengembangkan program pencegahan HIV/AIDS dan juga pendidikan dan penyadaran akan isu-isu seputar AIDS. Tanggal 2 Desember: Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan. Hari ini diadopsi dari Konvensi PBB mengenai Penindasan terhadap Orang-orang yang diperdagangkan dan eksploitasi terhadap orang lain (UN Convention for the Suppression of the trffic in persons and the Exploitation of other). Konvnesi ini memberikan perlindungan bagi korban, terutama bagi kelompok rentas seperti perempuan dan anak-anak atas kejahatan perdagangan dunia. Tanggal 3 Desember: Hari Internasional bagi Penyandang Cacat. Peringatan lahirnya program Aksi Sedunia bagi Penyandang Cacat (the World Programme of Action concerning Disable Persons), diadopsi oleh Majelis Umum PBB tahun 1982 untuk meningkatkan pemahaman public akan isu mengenai penyandang cacat dan juga membangkitkan kesadaran akan manfaat yang diperoleh baik oleh masyarakat maupun penyandang cacat dengan mengintegrasikan keberadaan mereka dalams egala aspek kehidupan masyarakat. Tanggal 5 Desember: Hari Internasional bagi Sukarelawan. Ditetapkan oleh PBB 1985. Pada hari ini PBB mengajak organisasi-organisasi dan Negara-negara dunia untuk menyelenggarakan aktivitas bersama sebagai wujud rasa terima kasih dan penghargaan pada orang-orang yang telah memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat dengan mengabdikan dirinya sebagai sukarelawan. Tanggal 6 Desember: Hari Tidak Ada Toleransi bagi Kekekrasan terhadap Perempuan. Pada tanggal ini di tahun 1989, terjadi pembunuhan missal di Universitas Montreal Kanada yang menewaskan 14 mahasiswi dan melukai 13 lainnya (perempuan) dengan menggunakan senapan otomatis caliber 223. Pelaku melakukan tindakan tersebut karena percaya bahwa kehadiran mahasiswi itulah yang menyebabkan dirinya tidak diterima di universitas tersebut. Sebelum pada akhirnya bunuh diri, lelaki ini meninggalkan surat berisikan kemarahan yang teramat sangat pada para feminis dan juga daftar 19 perempuan terkemuka yang sangat dibencinya. Tanggal 10 Desember: Hari HAM Internasional. Perayaan ini ditetapkan dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) oleh PBB tahun 1948 dan sekaligus momen untuk menyebarluaskan prinsip-prinsip HAM yang secara detail terkandung di dalam deklarasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertepatan dengan peringatan kampanye ini, dua hari yang lalu, kebetulan saya menjadi tempat curahan hati seorang teman lama yang juga seorang perempuan yang telah mempunyai suami dan satu orang anak laki-laki. Dalam curahan hatinya, dengan menangis dan raut wajah yang pilu dia menceritakan bahwa hasil ronsen yang diperolehnya dokter memperlihatkan dadanya yang mamar dan hingga sekarang dia sulit untuk batuk, bersin dan tertawa keras karena akan merasa sakit dan sesak di dadanya. Yah, itu akibat pukulan siku tangan dari sang suami yang belum lama ini dilakukan terhadap dirinya. Dia juga bercerita bentuk kekerasan lainya juga sering dialaminya dalam menjalani kehidupan selama tujuh tahun berumahtangga, bahkan sudah dimulai sejak tahun pertama.&lt;br /&gt;Dua tahun lalu bertepatan dengan peringatan Hari Ibu 22 Desember 2006, teman lama saya yang juga seorang perempuan juga mengalami nasib yang sama. Mukanya lebam, mulutnya dijahit akibat dipukul dan dihajar sang suami. Tapi, sang suami akhirnya mendapat ganjaran dipenjara selama enam bulan penjara, meski tak memuaskan, hukuman itu setidak-tidaknya bisa menimbulkan efek jera terhadap suami ataupun pelaku tindak kekerasan dalam rumah tangga lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu kasus yang kami tangani setahun ini di Women Crisis Centre (WCC) Provinsi Riau, ada bentuk tindak kekerasan lainnya berupa pengancaman yang dilakukan ayah terhadap anak perempuan tirinya. Pengancaman untuk melanjutkan rencana pemerkosaan yang berakibat pada traumatik yang saat ini menimpa si anak karena dengan tindakan ayah tirinya itu, si anak hamil dan malu dengan keluarga dan tetangganya. Padahal sebagai seorang ayah harusnya memberikan perlindungan kepada anaknya, bukan malah menyakiti. Demikian juga dengan kasus-kasus tindak kekarasan lainnya baik yang kekerasan pisik maupun kekerasan psikis terhadap perempuan yang seolah-olah memperlihatkan perempuan merupakan makluk Tuhan yang tak berdaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada banyak cerita soal tindak kekerasan terhadap perempuan lainnya yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, yang terjadi pada siapa saja dengan latar belakang apa saja, tanpa pandang status, tanpa pandang suku dan tanpa pandang pendidikan seseorang. Baik itu terjadi di dalam rumah tangga ataupun di luar rumah tangga. Di sejumlah catatan di kepolisian pun juga memberikan dampak keprihatinan bagi kita atas semakin maraknya kasus tindak kekerasan terhadap perempuan. Kekerasan terhadap perempuan bisa mewujud dalam bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga, eksploitasi pekerja migran dan perdagangan perempuan hingga kekerasan seksual dalam konteks konflik sumber daya alam dan konflik politik (konflik bersenjata). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pemikiran yang mengatakan tindak kekerasan terhadap perempuan disebabkan karena kondisi lahiriah perempuan yang memang terlahir lebih lemah dibandingkan dengan fisik laki-laki, sehingga sering dimanfaatkan laki-laki untuk menjatuhkan mental kaum perempuan itu sendiri. Tapi jikapun demikian, menurut saya perempuan kan tidak dilahirkan atau dinikahkan untuk dipukul, ditampar dan disakiti. Justeru dengan kelemahannya itu sang lelaki yang memang ditakdirkan memiliki fisik yang kuat harusnya bertindak untuk melindungi dan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi kaum perempuan? Kalaulah argumen ini menjadi alasan bagi kaum laki-laki untuk semena-mena melakukan tindak kekerasan terhadap perempuan tentu ini tidaklah adil dan ini bukanlah tujuan dari Sang Pencipta untuk menganjurkan hamba-hambanya menikah dan hidup berpasang-pasangan di dunia. Dari ‘’kallam’’nya Allah justeru memberikan lebih tempat terbaik bagi kaum perempuan dan suatu hadits juga menerangkan bahwa syurga berada di bawah telapak kaki ibu. Seorang isteri juga menjadi ibu bagi anak-anaknya, bukan?.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ada juga pemikiran yang mengatakan tindakan semena-semena laki-laki yang melakukan kekerasan di rumah tangga terhadap perempuan juga dipicu atas perasaan perempuan yang lebih mudah memaafkan dengan harapan ada perubahan yang lebih baik yang dilakukan sang suami untuk sadar akan perbuatannya dan tidak akan mengulanginya kembali Juga sikap malu pada orang lain akan tercium aib rumah tangganya. Padahal sikap itu sering dimanfaatkan laki-laki untuk melakukan tindak kekerasan lagi selanjutnya. Ini yang harus diwaspadai oleh perempuan. Dengan artian perempuan harus  memiliki sikap yang tegas terhadap suami ataupun peaku tindak kekerasan. Jika perlu buat buat komitmen bersama untuk tidak melanggarnya. Sebab, tindak kekerasan itu memiliki dampak yang cukup besar dalam kehidupan berumah tangga. Efek ini bisa diturunkan kepada anak yang akan meniru sikap bapaknya ketika dia besar nanti dan tentunya ini juga berpengaruh terhadap masa depan bangsa yang penuh dengan generasi-generasi muda yang kasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu perempuan juga sering merasa malas berurusan dan terbeban jika harus memberikan laporan di kepolisan atas perbuatan perilaku kekerasan yang dialaminya. Yang lebih banyak mendominasi adalah masalah biaya, yang tentu sangat dibutuhkan untuk menjadikan hal itu sebagai suatu kasus. Mungkin inilah tantangan bagi organisasi-organisasi, pemerintah atau perempuan dan laki-laki pembela hak kaum perempuan untuk dapat membantu dan mendorong perempuan lainnya untuk tidak bersikap tak berdaya itu. Tentunya perempuan juga harus proaktif mencari tahu tempat atau wadah yang bisa membantu mereka guna memperjuangkan hak-hak kaum perempuan. &lt;br /&gt;Namun hal yang paling tepat dilakukan adalah dimulai dari bagaimana kaum perempuan memiliki pemikiran yang sama membangun upaya untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan, agar perempuan-perempuan merasa berdaya untuk mencegah diri dari penindasan terhadap hak-hak perempuan itu sendiri. Ini bukan tugas siapa atau tanggungjawab siapa karena ini merupakan tugas dan tanggungjawab kita seluruh elemen masyarakat secara bersama-sama. Tentunya dengan membuat program-program dan kegiatan yang langsung menyentuh peningkatan pemberdayaan perempuan dan tepat sasaran termasuk sosialisasi gencar UU atau peraturan yang memberikan perlindungan bagi kaum perempuan. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-2122386619126750141?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/2122386619126750141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=2122386619126750141' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/2122386619126750141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/2122386619126750141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2009/04/artikel-november-hentikan-kekerasan_07.html' title='Artikel november: Hentikan Kekerasan terhadap Perempuan'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-1712926056646775250</id><published>2008-11-25T02:25:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T02:46:15.045-08:00</updated><title type='text'>Mencari Pemimpin yang Bijaksana</title><content type='html'>Bergantinya kepemimpinan Riau dari Wan Abu Bakar kembali ke Rusli Zainal ternyata belum begitu memberikan angin segar kepada rakyat Riau. Hingga saat ini masih tampak keduanya masih berseteru. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, dulu saat Rusli Zainal masih menjabat sebagai Gubernur Riau dan Wan Abu Bakar sebagai Wakil Gubernur Riau, perseteruan itu muncul terutama saat keduanya menghadiri suatu acara. Mereka tidak terlihat akrab bahkan malah ingin berjauhan satu dengan lainnya. Wan merasa disepelekan dan tidak digubris lagi oleh Rusli, sehingga Wan  melontarkan pandangan yang negatif kepada Rusli yang tidak dapat bertindak sebagai mitra yang baik karena mereka merupakan satu paket kepemimpinan ketika itu. Wan juga mengkritisi segala kebijakan Rusli. Padahal tidak seharusnya begitu karena Wan merupakan bagian dari pemerintahan Rusli Zainal juga karena mereka dipilih oleh DPRD dengan satu paket yang erat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran Wan menjabat sebagai Gubernur Riau karena Rusli Zainal mengundurkan diri karena memang aturannya begitu, Wan merasa tidak dapat berbuat apa-apa atau tidak bisa berbuat efektif memajukan Riau dengan alasan singkatnya kepemimpinan Wan dan dia juga tetap mengkritisi pemerintahan Rusli Zainal dahulu dengan menghubungkan segala bentuk pembangunan yang telah dilakukan selama Rusli Zainal menjabat sebagai gubernur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ketika sudah dilantik oleh Mendagri 21 November lalu, Rusli yang merupakan gubernur terpilih pada Pilkada langsung  Riau yang pertama kali digelar, malah berbalik mengkritisi pemerintahan Wan yang banyak ditemukan proyek-proyek pembangunan yang memiliki progres kerja yang rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pemimpin seharusnya dua orang pemimpin ini tidaklah perlu untuk saling mengkritisi hal-hal yang tidak bagus yang mereka lakukan selama kepemerintahannya. Justeru kritik yang perlu diungkapkan adalah kritik yang membangun. Keduanya bisa saja mengatakan, baik tidaknya pemerintahan itu tergantung dari penilaian masyarakat, tidak perlu saling sindir atau saling menjatuhkan. Dan alangkah baiknya, mereka berkata kepada rakyat ataupun media massa, bahwa pada dasarnya pembangunan yang telah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya sudah baik, tapi mungkin ada hal-hal lain yang memerlukan perbaikan atau peningkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, agak sulit rasanya mencari seorang pemimpin yang bijaksana di negeri kita ini. Padahal negeri ini merupakan negeri Melayu yang sangat identik dengan adat istiadat yang sopan dan tata krama yang baik. Tutur kata Melayu sangat begitu indahnya didengar, begitupun adat dan budayanya juga sangat menjunjung tinggi nilai-nilai peradaban masyarakat. Tapi kenapa budaya tersebut tidak atau sangat jarang dijalankan dalam setiap kehidupan kita di Riau ini? Mungkin kita harus lebih mendalam mengkaji budaya Melayu dan juga sangat mendalam belajar menjadi pemimpin yang bijaksana, yang dapat menjadi contoh tauladan bagi masyarakat kita. Kita juga sama-sama berharap suatu saat nanti, Riau akan memiliki pemimpin yang bijaksana dan bisa mensejahterakan masyarakat Riau dan menjadikan Riau negeri dan masyarakat yang bermartabat. Insyallah....!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-1712926056646775250?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/1712926056646775250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=1712926056646775250' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/1712926056646775250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/1712926056646775250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2008/11/mencari-pemimpin-yang-bijaksana.html' title='Mencari Pemimpin yang Bijaksana'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-2826184133500399392</id><published>2008-11-25T02:12:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T02:23:58.435-08:00</updated><title type='text'>Artikel 1 November: Stop! Kekerasan terhadap Perempuan ((Peringatan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan 25 November-10 Desember)</title><content type='html'>Hari ini tanggal 25 November merupakan hari dimulainya kegiatan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Kegiatan ini berlangsung hingga tanggal 10 Desember mendatang. Mengapa harus enam belas hari? &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Komnas Perempuan sejak 2001 lalu sudah memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan kampanye ini. Lima tahun pertama kampanye difokuskan pada penggalangan keberpihakan pada korban, pemenuhan hak-hak perempuan korban kekerasan dan pemberian pelayanan terpadu sebagai wujud tanggungjawab negara. Selanjutnya Komnas Perempuan mengangkat tema perempuan pembela HAM. Perempuan adalah bagian yang tak terpisahkan dari komunitas pembela HAM dalam menghadapi berbagai kerentanan dan risiko perjuangannya. Karena kelaminnya, perempuan pembela HAM harus mendapat pengakuan, penanganan dan pencegahan terhadap risiko dan kerentanan tersebut. Pada tahun ini, untuk ke-8 kalinya dalam siaran pers di situsnya, Komnas Perempuan mendorong dan mendukung gerakan perempuan Indonesia melaksanakan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tema Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan pada tahun ini adalah. ‘’Mendesak komitmen politik kandidat Pemilu 2009 untuk pemenuhan HAM Perempuan’’ Tema ini dirumuskan Komnas Perempuan bersama dengan 24 mitra, yang terdiri dari wakil LSM perempuan, kelompok industri kreatif, komunitas agama dan lembaga pemerintahan daerah serta nasional, dalam sebuah workshop perumusan tema pada bulan Agustus 2008. Mulai hari ini Komnas Perempuan bersama 37 mitra akan melakukan Kampanye 16 hari Anti kekerasan Terhadap Perempuan. Mereka tersebar di beberapa wilayah Indonesia, dari Sumatera hingga Papua. Komnas Perempuan mendukung agenda kampanye ke-37 mitra tersebut dengan cara memfasilitasi perumusan tema bersama serta mendistribusikan alat-alat kampanye yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan kampanye mereka. Tema ini dipilih berdasarkan hal-hal sebagai berikut pertama,masih tingginya angka kekerasan  terhadap perempuan dan pelanggaran HAM perempuan, kedua kebijakan yang diskriminatif dan tidak berpihak pada perempuan korban tindak kekerasan dan ketiga karena hak perempuan korban atas kebenaran, keadilan dan pemulihan jaminan konstitusional atas hak-hak perempuan sebagaimana tertera dalam UUD 45 amandemen IV belum sepenuhnya terimplementasi secara efektif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye 16 Hari Anti kekerasan terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence) ini merupakan kampanye internasional untuk menorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Kegiatan ini dicetuskan pada Women’s Global Leadership Institute pertama tahun 1991 yang disponsori oleh center for Women’s Global Leadership. Setiap tahun, kegiatan ini dimulai pada tanggal 25 November yang merupakan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan kekerasan terhadap Perempuan hingga tanggal 10 Desember yang merupakan hari HAM Internasional. Dengan rentang waktu 16 hari ini para aktivis HAM perempuan mempunyai waktu yang cukup guna membangun strategi pengorganisasian agenda bersama untuk menggalan solidaritas, mengajak dan mendorong kegiatan bersama guna penghapusan kekerasan terhadap perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rentang waktu ini juga terdapat momen-momen penting yang terjadi di belahan dunia yaitu 25 November: Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan. Tanggal ini menjadi tanggal penghormatan tas meninggalnya Mirabal bersaudara (patria, Minerva dan Maria Teresa) di tahun 1960 akibat pembunuhan keji kaki tangan penguasa diktaktor Republik Dominika, Rafael Trujillo. Mereka merupakan aktivis politik yang tak henti memperjuangkan demokrasi dan keadilan, serta menjadi symbol perlawanan terhadap kediktaoran penguasa Republik Dominika pada waktu itu. Berkali-kalimereka mendapatkan tekanan dan penganiayaan dan berakhir pada pembunuhan keji. Tanggal ini sekaligus menandai ada dan diakuinya kekerasan berbasis gender. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya 1 Desember; Hari AIDS Sedunia. Dicanangkan dalam konferensi internasional tingkat menteri sedunia tahun 1988 yang dimulai dengan kampanye tahunan dalam menggalang dukungan public serta mengembangkan program pencegahan HIV/AIDS dan juga pendidikan dan penyadaran akan isu-isu seputar AIDS. Tanggal 2 Desember: Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan. Hari ini diadopsi dari Konvensi PBB mengenai Penindasan terhadap Orang-orang yang diperdagangkan dan eksploitasi terhadap orang lain (UN Convention for the Suppression of the trffic in persons and the Exploitation of other). Konvnesi ini memberikan perlindungan bagi korban, terutama bagi kelompok rentas seperti perempuan dan anak-anak atas kejahatan perdagangan dunia. Tanggal 3 Desember: Hari Internasional bagi Penyandang Cacat. Peringatan lahirnya program Aksi Sedunia bagi Penyandang Cacat (the World Programme of Action concerning Disable Persons), diadopsi oleh Majelis Umum PBB tahun 1982 untuk meningkatkan pemahaman public akan isu mengenai penyandang cacat dan juga membangkitkan kesadaran akan manfaat yang diperoleh baik oleh masyarakat maupun penyandang cacat dengan mengintegrasikan keberadaan mereka dalams egala aspek kehidupan masyarakat. Tanggal 5 Desember: Hari Internasional bagi Sukarelawan. Ditetapkan oleh PBB 1985. Pada hari ini PBB mengajak organisasi-organisasi dan Negara-negara dunia untuk menyelenggarakan aktivitas bersama sebagai wujud rasa terima kasih dan penghargaan pada orang-orang yang telah memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat dengan mengabdikan dirinya sebagai sukarelawan. Tanggal 6 Desember: Hari Tidak Ada Toleransi bagi Kekekrasan terhadap Perempuan. Pada tanggal ini di tahun 1989, terjadi pembunuhan missal di Universitas Montreal Kanada yang menewaskan 14 mahasiswi dan melukai 13 lainnya (perempuan) dengan menggunakan senapan otomatis caliber 223. Pelaku melakukan tindakan tersebut karena percaya bahwa kehadiran mahasiswi itulah yang menyebabkan dirinya tidak diterima di universitas tersebut. Sebelum pada akhirnya bunuh diri, lelaki ini meninggalkan surat berisikan kemarahan yang teramat sangat pada para feminis dan juga daftar 19 perempuan terkemuka yang sangat dibencinya. Tanggal 10 Desember: Hari HAM Internasional. Perayaan ini ditetapkan dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) oleh PBB tahun 1948 dan sekaligus momen untuk menyebarluaskan prinsip-prinsip HAM yang secara detail terkandung di dalam deklarasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertepatan dengan peringatan kampanye ini, dua hari yang lalu, kebetulan saya menjadi tempat curahan hati seorang teman lama yang juga seorang perempuan yang telah mempunyai suami dan satu orang anak laki-laki. Dalam curahan hatinya, dengan menangis dan raut wajah yang pilu dia menceritakan bahwa hasil ronsen yang diperolehnya dokter memperlihatkan dadanya yang mamar dan hingga sekarang dia sulit untuk batuk, bersin dan tertawa keras karena akan merasa sakit dan sesak di dadanya. Yah, itu akibat pukulan siku tangan dari sang suami yang belum lama ini dilakukan terhadap dirinya. Dia juga bercerita bentuk kekerasan lainya juga sering dialaminya dalam menjalani kehidupan selama tujuh tahun berumahtangga, bahkan sudah dimulai sejak tahun pertama.&lt;br /&gt;Dua tahun lalu bertepatan dengan peringatan Hari Ibu 22 Desember 2006, teman lama saya yang juga seorang perempuan juga mengalami nasib yang sama. Mukanya lebam, mulutnya dijahit akibat dipukul dan dihajar sang suami. Tapi, sang suami akhirnya mendapat ganjaran dipenjara selama enam bulan penjara, meski tak memuaskan, hukuman itu setidak-tidaknya bisa menimbulkan efek jera terhadap suami ataupun pelaku tindak kekerasan dalam rumah tangga lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu kasus yang kami tangani setahun ini di Women Crisis Centre (WCC) Provinsi Riau, ada bentuk tindak kekerasan lainnya berupa pengancaman yang dilakukan ayah terhadap anak perempuan tirinya. Pengancaman untuk melanjutkan rencana pemerkosaan yang berakibat pada traumatik yang saat ini menimpa si anak karena dengan tindakan ayah tirinya itu, si anak hamil dan malu dengan keluarga dan tetangganya. Padahal sebagai seorang ayah harusnya memberikan perlindungan kepada anaknya, bukan malah menyakiti. Demikian juga dengan kasus-kasus tindak kekarasan lainnya baik yang kekerasan pisik maupun kekerasan psikis terhadap perempuan yang seolah-olah memperlihatkan perempuan merupakan makluk Tuhan yang tak berdaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada banyak cerita soal tindak kekerasan terhadap perempuan lainnya yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, yang terjadi pada siapa saja dengan latar belakang apa saja, tanpa pandang status, tanpa pandang suku dan tanpa pandang pendidikan seseorang. Baik itu terjadi di dalam rumah tangga ataupun di luar rumah tangga. Di sejumlah catatan di kepolisian pun juga memberikan dampak keprihatinan bagi kita atas semakin maraknya kasus tindak kekerasan terhadap perempuan. Kekerasan terhadap perempuan bisa mewujud dalam bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga, eksploitasi pekerja migran dan perdagangan perempuan hingga kekerasan seksual dalam konteks konflik sumber daya alam dan konflik politik (konflik bersenjata). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pemikiran yang mengatakan tindak kekerasan terhadap perempuan disebabkan karena kondisi lahiriah perempuan yang memang terlahir lebih lemah dibandingkan dengan fisik laki-laki, sehingga sering dimanfaatkan laki-laki untuk menjatuhkan mental kaum perempuan itu sendiri. Tapi jikapun demikian, menurut saya perempuan kan tidak dilahirkan atau dinikahkan untuk dipukul, ditampar dan disakiti. Justeru dengan kelemahannya itu sang lelaki yang memang ditakdirkan memiliki fisik yang kuat harusnya bertindak untuk melindungi dan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi kaum perempuan? Kalaulah argumen ini menjadi alasan bagi kaum laki-laki untuk semena-mena melakukan tindak kekerasan terhadap perempuan tentu ini tidaklah adil dan ini bukanlah tujuan dari Sang Pencipta untuk menganjurkan hamba-hambanya menikah dan hidup berpasang-pasangan di dunia. Dari ‘’kallam’’nya Allah justeru memberikan lebih tempat terbaik bagi kaum perempuan dan suatu hadits juga menerangkan bahwa syurga berada di bawah telapak kaki ibu. Seorang isteri juga menjadi ibu bagi anak-anaknya, bukan?.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ada juga pemikiran yang mengatakan tindakan semena-semena laki-laki yang melakukan kekerasan di rumah tangga terhadap perempuan juga dipicu atas perasaan perempuan yang lebih mudah memaafkan dengan harapan ada perubahan yang lebih baik yang dilakukan sang suami untuk sadar akan perbuatannya dan tidak akan mengulanginya kembali Juga sikap malu pada orang lain akan tercium aib rumah tangganya. Padahal sikap itu sering dimanfaatkan laki-laki untuk melakukan tindak kekerasan lagi selanjutnya. Ini yang harus diwaspadai oleh perempuan. Dengan artian perempuan harus  memiliki sikap yang tegas terhadap suami ataupun peaku tindak kekerasan. Jika perlu buat buat komitmen bersama untuk tidak melanggarnya. Sebab, tindak kekerasan itu memiliki dampak yang cukup besar dalam kehidupan berumah tangga. Efek ini bisa diturunkan kepada anak yang akan meniru sikap bapaknya ketika dia besar nanti dan tentunya ini juga berpengaruh terhadap masa depan bangsa yang penuh dengan generasi-generasi muda yang kasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu perempuan juga sering merasa malas berurusan dan terbeban jika harus memberikan laporan di kepolisan atas perbuatan perilaku kekerasan yang dialaminya. Yang lebih banyak mendominasi adalah masalah biaya, yang tentu sangat dibutuhkan untuk menjadikan hal itu sebagai suatu kasus. Mungkin inilah tantangan bagi organisasi-organisasi, pemerintah atau perempuan dan laki-laki pembela hak kaum perempuan untuk dapat membantu dan mendorong perempuan lainnya untuk tidak bersikap tak berdaya itu. Tentunya perempuan juga harus proaktif mencari tahu tempat atau wadah yang bisa membantu mereka guna memperjuangkan hak-hak kaum perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal yang paling tepat dilakukan adalah dimulai dari bagaimana kaum perempuan memiliki pemikiran yang sama membangun upaya untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan, agar perempuan-perempuan merasa berdaya untuk mencegah diri dari penindasan terhadap hak-hak perempuan itu sendiri. Ini bukan tugas siapa atau tanggungjawab siapa karena ini merupakan tugas dan tanggungjawab kita seluruh elemen masyarakat secara bersama-sama. Tentunya dengan membuat program-program dan kegiatan yang langsung menyentuh peningkatan pemberdayaan perempuan dan tepat sasaran termasuk sosialisasi gencar UU atau peraturan yang memberikan perlindungan bagi kaum perempuan. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-2826184133500399392?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/2826184133500399392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=2826184133500399392' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/2826184133500399392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/2826184133500399392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2008/11/stop-kekerasan-terhadap-perempuan.html' title='Artikel 1 November: Stop! Kekerasan terhadap Perempuan ((Peringatan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan 25 November-10 Desember)'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-7130950612610262081</id><published>2008-11-10T02:25:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T02:53:59.737-08:00</updated><title type='text'>Jarang Nulis, Kemana Aja??? Urus Kasus KDRT</title><content type='html'>Udah empat bulan lamanya nggak nulis di blog ini. Sori banget yah....kemaren-kemaren rada-rada sibuk dikit neh dengan segala macem urusan. Bukan apa-apa juga sih, tapi juga dicampur dengan rasa malas atau lagi nggak mood nulis. Dan sekarang baru mulai lagi.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastinya dalam empat bulan itu banyak hal sebenarnya yang terjadi dan patut untuk ditulis. Yah, macem-macem deh kejadiannya. Tapi yang lebih menarik neh untuk dicatat sekaligus direnungkan, saat kami dari tim Women Crisis Center (WCC) Riau menangani kasus anak yang diperkosa ayah tirinya di Air Tiris Kabupaten Kampar, Riau. Astagfirullah....!!! Sungguh bejatr si ayah tiri itu. Dan barusan ketika tadi aku selesai salat Ashar di masjid Agung Annur Pekanbaru, aku baca Alquran dan terjemahannya. Dalam suatu ayat di dalam kandungan isi Al Quran ditegaskan haram bagi ayah tiri ''bergaul'' dengan anak tirinya seperti layaknya hubungan suami isteri, karena dia masih ''menggauli'' ibu kandung si anak. Benar-benar laknat si ayah tiri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sebelum kamitangani, si anak menjadi trauma. Dasyatnya perbuatan itu telah dilakukan selama lima tahun hingga sekarang si anak sudah mengandung sekitar 8-9 bulan. Mungkin sebentar lagi akan melahirkan. Si anak takut diancam karena si ayah tiri terkenal sebagai preman besar di kampungnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar biadab, si anak merasa malu, hingga melarikan diri dari rumahnya hingga ke Pekanbaru. Tapi untung lah sekarang sudah kembali kepada keluarganya di Air Tiris. Dia mengaku kepada kami merasa malu menanggung aib dan beban itu. Bahkan dia punya keinginan yang kuat untuk melanjutkan sekolahnya di jenjang SLTA karena dia putus sekolah sejak tamat SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biadab memang, satu lagi, masa depan anak dirampas oleh ulah orang dewasa yang seharusnya malah bisa memberikan masa depan bagi mereka. Untung saja, si ayah tiri itu kini masih menjadi tanahan Polres Kampar tapi diinapkan sementara ke Lembaga Permasyarakan sambil menunggu persidangan. Kami berharap hukum bisa berlaku adil, si ayah tiri diancam hukuman penjara hingga 20 tahun lamanya sesuai dengan UU dan pasal yang mengena kepadanya terutama UU KDRT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untunglah, kata anggota Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) yang sebelumnya menemukan kasus ini ada pihak yang mau membiayai persalinan si anak ini dan pihak keluarga pun mau mengasuh anak yang akan dilahirkannya nanti dan tentunya ada jaminan dari RT/RW dan warga setempat untuk tidak mengejek atau mencemooh si anak kelak. Demikian juga dengan adanya pihak yang mau menyekolahkan si anak tersebut. Syukurlah, jika dunia ini masih menginginkan kedamaian, syukurlah jika masih ada orang-orang yang mau berbuat kebajikan dan membantu sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi memang, seberat apapun kasus, terutama kasus tindak kekerasan, upaya dan kerjasama semua pihak memang patut dilakukan, baik itu pemerintah, ulama, pendidik, lembaga swasta dan masyarakat agar para korban merasa terlindungi. Dan itu memang tugas kita bersama agar harkat dan martabat kita sebagai masyarakat dijunjung tinggi . dan mari kita bersatu untuk sama-sama mewujudkannnya. Untuk kedamaian Indonesia, untuk kemajuan indonesia dan untuk martabat bangsa kita. Yang pasti itu dimulai dengan memberikan masa depan yang cerah pada generasi-genarasi muda kita yang akan menggantikan kita kelak. Amien...!!!! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-7130950612610262081?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/7130950612610262081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=7130950612610262081' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/7130950612610262081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/7130950612610262081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2008/11/jarang-nulis-kemana-aja.html' title='Jarang Nulis, Kemana Aja??? Urus Kasus KDRT'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-5538626811930928594</id><published>2008-07-03T02:03:00.000-07:00</published><updated>2008-07-03T02:36:30.607-07:00</updated><title type='text'>Wan Abu Tidak Berharap Jadi Abu</title><content type='html'>Nasib Wan Abu Bakar sangat dipertaruhkan dalam rentang waktu pemilihan Gubernur Riau. Meski banyak yang memprediksi akan bernasib sial menjelang detik-detik penutupan pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur Riau, nasib Wan Abu Bakar tidaklah menjadi tragis seperti diprediksi banyak orang. Justru saat ini dia sangat menikmati statusnya menjadi Gubernur Riau, walaupun hanya sebagai pelaksana tugas. Tampaknya dendam kesumat Wan Abu Bakar yang merasa dicuekin saat jadi wakil gubernur oleh rekannya Rusli Zainal bisa terbalas. Meskipun Wan tidak ikut dalam Pilgub mendatang, setidak-tidaknya dia sudah merasa jadi gubernur benaran dalan tiga bulan ini. Karena kalaupun dia ikut dalam pilgub belum pasti juga dia akan memang. Bagaimanapun Wan berharap tidak akan jadi abu, seperti namanya.   &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya momen pilgub ini, harus menjadi pengalaman dan pembelajaran politik bagi Wan Abu Bakar. Meskipun usianya sudah matang dan juga matang dalam partai, tapi Wan masih perlu pembelajaran tentang politik itu sendiri. Untuk bisa maju sebagai gubernur, tidak hanya dibutuhkan sikap komit untuk menjalankan pemerintah yang bersih ataupun figur yang sudah dikenal, tapi juga memerlukan ongkos politik yang cukup tinggi. Dia sebenarnya tidak perlu kaget dengan sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang diakhir-akhir waktu tidak mencalonkan dirinya karena tidak bisa mengakomodir mereka menyanggupi biaya politik untuk bisa menang dalam pilkada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wan Abu juga harus bisa berpikir bahwa untuk menggerakkan sebuah mesin politik tentulah diperlukan biaya yang cukup besar. Logika saja, tidak mungkin orang mau bersusah-susah jika tidak ada ongkos. Apalagi BBM saja sudah naik, begitupun dengan harga-harga lainnya. Tentunya orang akan berpikir untuk bisa mengatasi bagian perut dulu. Apalagi bisa jadi ketika sudah menjabat, pejabat yang bersangkutan sering lupa dengan orang-orang yang telah menolong dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seideal apapun partainya tetap tidak bisa dipisahkan dari uang, termasuk PKS. Bagi orang yang berkecimpung dengan dunia politik hal itu memang sudah menjadi kepatutan. Ini juga menjadi pembelajaran bagi PKS untuk tidak terlalu mengklaim sebagai partai yang bersih, tapi ujung-ujungnya minta duit juga. Ini malah berdampak bagi masa depan PKS sendiri yang sudah telanjur dipercaya rakyat, dengan meningkatnya suara PKS pada pemilu 2004 lalu demikian dengan benyaknya kemenangan yang diraih PKS dalam sejumlah Pilkada di beberapa daerah di Indonesia seperti yang akhir-akhir ini terjadi di Jawa Barat dan Sumatera Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita hanya melihat saja sumringah yang keluar dari bibir Wan Abu Bakar sebagai sang Gubernur. Selamat Wan Abu Bakar, kita sampaikan juga ucapan selamat bertarung bagi calon-calon gubernur dan wakil gubernur Riau yang akan maju dalam Pilgub Riau 22 September 2008. Semoga Pilkada yang digelar menjadi Pilkada yang paling sukses di Indonesia dan mencerminkan demokrasi di Riau.      &lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-5538626811930928594?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/5538626811930928594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=5538626811930928594' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/5538626811930928594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/5538626811930928594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2008/07/wan-abu-tidak-berharap-jadi-abu.html' title='Wan Abu Tidak Berharap Jadi Abu'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-5800613141858438034</id><published>2008-07-03T01:31:00.000-07:00</published><updated>2008-07-03T02:00:46.509-07:00</updated><title type='text'>Riau dan KPK</title><content type='html'>Akhir-akhir ini Riau jadi terkenal secara nasional, terutama menyangkut masalah yang menyangkut pelanggaran hukum seperti kasus suap atau korupsi. Tak tanggung-tanggung dalam beberapa bulan terakhir berbagai pejabat asal Riau dijerat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan ditetapkan sebagai tersangka. Ada apa dengan Riau? &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan ini hendaknya harus dicermati oleh seluruh komponen masyarakat Riau, bahwa saat ini pemerintah benar-benar tidak tanggung-tanggung mengupayakan pemberantasan korupsi di Riau termasuk para pejabatnya. Lihat saja ada Azmun Jaafar (bupati Pelelawan) Saleh Djasit (anggota DPR-RI), sekarang giliran Bulyan Royan (anggota DPR-RI). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sudah saatnya para pejabat Riau mesti hati-hati dalam mengemban amanah rakyat. Sekarang mungkin tidak seperti dulu lagi, dimana mereka dengan leluasa bisa melakukan apa saja untuk kepentingan pribadi, meskipun diatasnamakan untuk kepentingan rakyat.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang bilang Riau itu ibarat sebuah bukit dengan bertabur gula yang manis, sehingga menyebabkan banyak pula semut-semut yang datang. Riau bagi orang pusat pun sering diperebutkan, konon untuk bisa menjabat di Riau, mereka harus bayar mahal. Karena ketika keluar dari Riau mereka dapat mengembalikan bayaran yang telah mereka keluarkan bahkan yang mereka dapatkan sangat berlebih dari apa yang mereka bawa dulu sebelum menginjakkan kaki di Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini KPK pun sedang mencari target lain. Lihat saja sejumlah kasus pejabat Riau yang ditangani KPK sedikit demi sedikit menyeret banyak pejabat di Riau. Tindakan KPK ini patut dihargai untuk menjadikan Indonesia lepas dari sarang koruptor. Tidak hanya untuk Riau tapi juga di daerah-daerah lainnya di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai rakyat biasa, kita hanya bisa berharap kasus-kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi para pejabat untuk teguh memegang amanah rakyat bukan malah menodainya. Kasus-kasus ini mungkin juga bisa menyadarkan rakyat bahwa pejabat bukanlah manusia yang sempurna, yang tanpa cacat sedikitpun. Karena biasanya mereka dielu-elukan rakyat, dihormati bahkan sering begitu bangga mencium tangannya atau setidak-tidaknya bertatap muka dengan para pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya Azmun Jaafar yang saat masih aktif menjadi bupati pasti sangat pernah merasakan dielu-elukan dan disanjung-sanjung. Begitupun dengan Saleh Djasit yang juga pernah menjadi Gubernur Riau. Bahkan ketika dia mencalonkan diri sebagai anggota DPR-RI setelah kekalahannya dalam pemilihan gubernur 2003 lalu, perolehan suara Saleh melebihi koata kursi yang tersedia. Dalam istilah politik, Saleh menjadi cerminan begitu banyaknya rakyat yang mempercayainya duduk sebagai penyambung lidah rakyat. Begitupun dengan Bulyan Royan, nama keluarga Royan di Riau begitu sangat masyur, apalagi dengan menjadi pendiri dan pengelola sebuah pesantren ternama di Riau, bahkan adik-adiknya pun juga dipercaya menjadi anggota legislatif di daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tinggal dari diri kita sendiri lagi untuk lebih cermat menanggapi kasus-kasus ini. Dan ini diharapkan akan menjadi cambuk bagi para pejabat Riau untuk bersikap amanah. Semoga....!!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-5800613141858438034?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/5800613141858438034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=5800613141858438034' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/5800613141858438034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/5800613141858438034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2008/07/riau-dan-kpk.html' title='Riau dan KPK'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-1921684464846478849</id><published>2008-06-21T02:39:00.000-07:00</published><updated>2008-07-03T01:25:24.730-07:00</updated><title type='text'>Otak-atik Pigubri</title><content type='html'>Tahapan pemilihan gubernur Riau sudah dimulai Juni ini, seiring dibukanya pendaftaran calon gubri dan wagubri oleh KPU Riau pada pekan ini. Geliat lobi partai politik pun sangat tampak dan sangat jelas memperlihatkan bagimana konstelasi perpolitikan di Riau.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari Rusli Zainal yang ditunggu-tunggu calon pendampingnya, pasangan Chaidir-Suryadi Khusaini dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang lebih berani mengungkapkan dan mengumumkan koalisi mereka hingga kebijakan Partai Amanat Nasional (PAN) yang dinilai plin-plan oleh sebagian kalangan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dengan pasangan perseorangan yang sudah mulai memproklamirkan diri seperti pasangan Soemardi Taher-Iriyanto Rab dan Persada Gupta-M Diah, dan masih ada yang sangat gusar mencari pasangannya seperti Instiawaty Ayus dan Gadilah yang sebelumnya mendekap ke parpol bahkan ada yang tidak jadi mencalonkan diri seperti Tabrani Rab dan Fauzi Kadir yang sebelumnya berkoar-koar tentang tim suksesnya bahkan telah mengumpulkan foto copy KTP warga pendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apapun yang terjadi semua itu tak lepas dari riak-riak politik yang tentu saja mempermainkan pikiran masyarakat. Sering masyarakat terkejut dengan langkah-langkah politisi yang di luar dugaan mereka. Dan semua itu tentunya mengarah pada tujuan utama para pelaku politik itu sendiri yaitu mengejar kekuasaan atau juga menunjukkan power mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang memprediksi jika Rusli Zainal akhirnya akan memilih Mambang Mit sebagai pendampingnya dan memang arahnya ke situ. Disamping mereka memang sering menampakkan kemesraan akhir-akhir ini, banyak yang mengolok-olok keterpaduan mereka lantaran asal mereka yang sama dari sungai Indragiri, satu dari Indragiri Hilir dan satu lagi dari Indragiri Hulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal banyak juga yang mengharapkan Rusli Zainal bisa berdampingan dengan Instiawaty Ayus. Selain pasangan ini merupakan pasangan yang cukup serasi, dimana satu seorang laki-laki yang gagah dan satu lagi seorang wanita cantik yang cukup mempesona. Jika disandingkan mereka memang merupakan pasangan yang serasi. Tapi mungkin saja ada pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan terwujudnya pasangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan PAN yang sebelumnya merasa sangat pintar menyandingkan Saleh Djasit-Taufan Andoso Yakin,  akhirnya malah terombang-ambing sejak penahanan Saleh oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). PAN bingung menentukan arah karena tampaknya mereka sudah mengantongi DP dengan Saleh dan sudah mensosialisasi Saleh-Topan (Salto) kepada masyarakat. Dan Zamharir yang direstui Saleh menggantikannya malah dikhianati saat menjelang detik-detik pertarungan pilgubri dimulai. Secara mengejutkan pula PAN melakukan deal-deal politik dengan Partai Demokrat dengan mengusung Thamsir-Taufan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggalah Wan Abu Bakar yang gigit jari merasa ditinggalkan oleh Partai Demokrat yang sebelumnya sudah melakukan komitmen berkoalisi pada pilgubri. Sementara Chaidir-Suryadi sudah merasa ''enjoy'' lebih dahulu dengan ''perkawinan'' mereka. Bahkan Chaidir pun nggak peduli jika sampai dipecat oleh Golkar yang telah membesarkannya dan dia besarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang masyarakat tinggal melihat langkah yang diambil oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang maish juga bingung menentukan dukungannya. Meski dilirik Inu Kencana Syafii, belum tentu PKS mau menerima lamaran Inu karena bagaimanapun PKS untuk pemenangan Pilkada memerlukan uang yang tidak sedikit.  Dan tentu PKS tidak bisa berharap banyak pada Inu yang masih baru dalam perpolitikan di Riau. Sedangkan Thamsir sudah lebih dulu menjatuhkan pilihan kepada PAN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak  dapat dipungkiri pula, untuk menggerakkan mesin politik memang membutuhkan biaya yang cukup besar. Karena itu jika tidak memiliki biaya yang besar, keikutsertaan calon ataupun partai yang mengusung calon tertentu tentunya hanya sekedar ikut menyemarakkan Pilkada yang akan digelar ini. Karena itu tak heran, menjelang akhir penentuan pasangan calon akan terus terjadi berbagai kejutan-kejutan yang menarik. Dan yang pasti, strategi pemenangan Pilkada ini akan sangat berpengaruh pada suara pada pemilu legislatif mendatang. Kita lihat saja apa yang bakal terjadi nanti!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-1921684464846478849?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/1921684464846478849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=1921684464846478849' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/1921684464846478849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/1921684464846478849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2008/06/otak-atik-pigubri.html' title='Otak-atik Pigubri'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-2568362419331668105</id><published>2008-04-28T03:11:00.000-07:00</published><updated>2008-04-28T03:12:39.454-07:00</updated><title type='text'>Artikel April ke-3: Kemelut KPAID Pekanbaru Ibarat Bom Waktu</title><content type='html'>Akhir-akhir ini berita seputar kemelut di tubuh Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota  Pekanbaru semakin santer saja dimuat di sejumlah media massa lokal. Masalah ini seakan-akan menghentak pikiran  masayarakat Pekanbaru karena lembaga yang dianggap sebagai pelindung bagi anak-anak Pekanbaru yang patut  dilindungi, malah memiliki masalah internal yang sebenarnya sudah lama terjadi sejak baru pertama kali dilantik pada  tahun 2007 lalu.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kekisruhan KPAID Kota Pekanbaru lebih baik dikata tinggal menunggu bom waktu saja. Dan bom waktu itu memang  sudah diledakkan ketika media massa di Riau memuat berita mengenai kondisi internal KPAID Kota Pekanbaru.  Mungkin ada baiknya bom waktu itu diledakkan, sebab hal ini berpengaruh pada kinerja KPAID itu sendiri.  Bagaimana dia nak ngurus anak yang patut dilindungi di Pekanbaru jika dirinya saja perlu diurus. ''Dimana ngurus  orang, jika diri saja tak mampu mengurusnya''. Begitulah kata-kata yang dilontarkan masyarakat dengan kondisi  KPAID Kota tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kemelut atau kisruh tak perlu terjadi jika anggota KPAID duduk di lembaga tersebut dengan niat yang  tulus, benar-benar tanpa pamrih untuk peka dan peduli dengan nasib anak di Pekanbaru. Bukan sebaliknya untuk  prestise ataupun cari ''penghasilan tambahan'' atau malah lebih kasarnya untuk ''nafkah pokok'' sehari-hari, karena  memang anggota KPAID digaji dengan nilai yang cukup menggiurkan. Dengan niat tersebut ego pribadi pasti akan  dapat disingkirkan. Di dalam tim, karena baiknya memang lembaga KPAID merupakan suatu tim, jadi tidak ada bos  tidak ada anak buah yang harus memiliki jarak satu sama lain sehingga komunikasi dapat terjalin dengan baik. Ketua,  hanyalah sebagai koordinator saja karena pada prinsipnya yang namanya tim tentu harus bekerja secara bersama-sama  untuk menghasilkan produk yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai wartawan yang sebelumnya menjadi salah satu dari tim seleksi anggota KPAID Kota Pekanbaru periode  2007-2010, tak heran informasi tentang KPAID tidak begitu sulit untuk didapat. Sejak diumumkan tujuh anggota  KPAID Kota Pekanbaru yang lolos dari seleksi DPRD dan Wali Kota, sudah bisa kita tebak, bahwa lembaga ini  begitu pincang. Bagaimana bisa berdiri kokoh dan tegap jika tidak seimbang satu dengan lainnya. Contohnya saja dari  tujuh orang anggota KPAID, hanya satu kaum perempuannya. Padahal lembaga ini sangat erat mengurus anak, yang  tentunya lebih banyak diurus oleh perempuan. Padahal jauh-jauh hari tim seleksi anggota KPAID Kota Pekanbaru saat  mengirimkan 14 nama anggota KPAID yang lolos seleksi tim, menekankan kepada ketua dan wakil ketua DPRD yang  sata itu ditemui agar benar-benar menimbang dengan baik untuk meloloskan delapan calon anggota KPAID yang  dipilih oleh DPRD. Dari 14 nama tersebut ada sekitar 4-5 orang perempuan di situ yang tersebar di setiap unsur  anggota KPAID yang terdiri dari unsur pemerintahan/PNS, unsur akademisi, unsur pengusaha, unsur tokoh  agama/masyarakat, unsur ormas/LSM dan unsur media massa. Tapi sayangnya ketika dipilih menjadi 8 nominator,  hanya dua orang perempuan yang lolos. Dan tiba ditangan wali kota, salah satu dari perempuan tersebut disingkirkan.  Sehingga tinggallah hasil seleksi akhir dengan satu orang perempuan yang menjadi anggota KPAID. Padahal mengacu  pada anggota KPAID Provinsi Riau yang cukup imbang jumlah anggota perempuan dan laki-lakinya. Ini sangat  penting, karena bagaimanapun keberadaan perempuan di suatu komunitas sangatlah penting. Perempuan bisa menjadi  penyejuk suasana dan bisa meredam emosi dan ego yang lebih sering terungkap dari seorang laki-laki. Ini bukanlah  masalah gender, tapi merupakan masalah keseimbangan yang biasanya menghasilkan suatu keharmonisan dalam suatu  hubungan atau komunitas. Jadi satu banding enam, sudah pasti pincang. Ibarat perahu, ketidakseimbangan ini bisa  membuat kapal menjadi oleng dan akhirnya tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dari tujuh anggota tersebut tidak ada satupun psikolog dan pengacara yang di duduk di situ. Justeru  seorang psikolog perempuan yang lolos di delapan besar malah disingkirkan. Padahal psikolog dan pengacara sangat  penting dalam menangani kasus-kasus anak, selain punya jaringan yang kuat mereka juga bisa mengatasi persoalan  pada tahap awal untuk kemudian diarahkan pada tingkat selanjutnya berkoordinasi dengan pihak lain. Seorang  psikolog tentunya bisa memahami pikiran orang lain atau menerjemahkan pikiran orang lain dari mimik keseharian  orang tersebut. Di sinilah perannya untuk bisa bersikap bijak dan mengkondisikan suasana menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ini menyangkut kepribadian dari anggota KPAID Kota Pekanbaru sendiri, yang seharusnya  mengesampingkan ego dulu, demi menciptakan suatu kerjasama yang baik antara sesama tim. Masalah kehadiran dan  kinerja yang tidak baik yang kemudian diperdebatkan anggota hanyalah salah satu dari faktor yang memicu terjadinya  bom waktu tersebut. Kehadiran timbul kemudian ketika suasana internal di tubuh KPAID Kota Pekanbaru sudah mulai  kisruh. Karena tidak suka dengan si A atau si B memilih untuk tidak masuk kantor atau memilih untuk tidak ikut rapat.  Padahal intinya, jika semua pihak sama-sama mengedepankan kepentingan bersama tanpa melihat hierarki  kepemimpinan, kisruh tidak mungkin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak diungkapkan di media massa mungkin kondisi ini akan berlarut-larut, segala fitnah menfitnah sesama anggota  sudah biasa di dengar, terutama di kalangan pers. Akibatnya bisa jadi ke depan mempengaruhi kinerja KPAID Kota  Pekanbaru. Selain itu juga akan membingungkan pers yang memuat berita menjadi simpang siur karena sesama anggota  KPAID saja tidak kompak, tidak satu suara. Boleh saja, siapun berkata di publik, tapi tetap satu suara. Namun yang  terjadi belakangan ini, salah satu anggota berbicara, kemudian dibantah oleh ketua atau anggota lainnya. Sehingga hal  ini menjadi tandatanya bagi pembaca, mana anggota KPAID yang betul ucapannya. Dan ini juga menyebabkan  kebingungan pembaca mengenai berita KPAID, tidak hanya wartawan yang menulis saja yang bingung dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Komisi I sudah turun tangan menjernihkan masalah KPAID ini dengan memberikan pilihan untuk islah atau  roling pimpinan. Dan enam anggota KPAID memilih untuk melakukan pleno memilih pimpinan. Sekarang pimpinan  yang dijatuhkan malah tidak terima keputusan pleno dan menganggap pleno tak sah dan juga mempertanyakan status  PNS anggota dianggapnya menyalahi aturan. Bahkan konon kabarnya melaporkan keberatannya ini kepada wali kota.  Tentunya kondisi ini malah bikin runyam. Jika dalam satu tim, tidak bisa bekerjasama dengan lainnya akan sangat  berpengaruh pada kinerjanya di KPAID. Maka akan sia-sia saja duit rakyat menggaji anggota KPAID jika orang yang  digaji tidak sungguh-sungguh bekerja untuk kepentingan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, ada baiknya masalah ini tidak dibiarkan berlarut-larut karena masa kerja anggota KPAID Kota  Pekanbaru ini masih cukup panjang hingga tahun 2010 mendatang. Mungkin ada baiknya wali kota turun tangan untuk  melakukan pertemuan dengan seluruh anggota untuk menjernihkan suasana dan merekatkan kembali kebersamaan  antara anggota. Jika komisi I telah melakukan upaya perbaikan namun tetap menimbulkan ketegangan terhadap  anggota KPAID, mungkin di tangan wali kota semua bisa diselesaikan. Tentunya harus ada hitam dan putih, jika salah  seorang melanggar perjanjian kesepakatan damai dengan tidak melanjutkan masalah ini ke publik tentunya ada  konsekuansinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau jika wali kota pun tidak bisa mengatasi konflik internal anggota KPAID ini, mungkin saja dilakukan pergantian  anggota KPAID seluruhnya dengan mengambil tujuh calon anggota KPAID yang tersingkir dari seleksi DPRD dan  Wali Kota sebelumnya. Anggap saja DPRD dan Wali Kota mengaku keliru memilih anggota KPAID tersebut. Namun  alternatif lain melakukan seleksi awal lagi, seperti banyak yang diutarakan masyarakat, saya rasa belum tepat karena  memakan waktu yang cukup lama dan biaya yang juga tidak sedikit. cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya permasalahan KPAID Kota Pekanbaru ini menjadi pelajaran bagi kabupaten/kota lainnya di Riau yang  KPAIDnya belum terbentuk. Seperti yang menjadi kekhawatiran Ketua KPAID Provinsi Riau Hj Rosnaniar mengenai  pembentukan KPAID Kampar yang tertunda terus tanpa alasan yang jelas. Dari informasi yang saya dengar di  kalangan wartawan, KPAID Kampar juga terganjal soal lobi melobi yang lolos jadi anggota KPAID. Lobi melobi  terjadi di tingkat DPRD dan Bupati. Hingga dua bulan ditangan bupati belum ada kejelasan mengenai pengumuman  anggota KPAID Kampar. Padahal sebelumnya juga cukup lama berada di DPRD. Kita berharap dalam meloloskan  anggota KPAID, DPRD maupun pemerintah kabupaten Kampar juga harus melakukan pertimbangan yang bijaksana.  Agar ke depan anggota yang dipilih, benar-benar solid dan mengedepankan kepentingan bersama sehingga tidak  terjadi konflik internal yang sedikit banyak berpengaruh dalam kinerja KPAID selanjutnya sehingga anggota KPAID  dapat menjalankan tugasnya dengan baik. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-2568362419331668105?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/2568362419331668105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=2568362419331668105' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/2568362419331668105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/2568362419331668105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2008/04/artikel-april-ke-3-kemelut-kpaid.html' title='Artikel April ke-3: Kemelut KPAID Pekanbaru Ibarat Bom Waktu'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-8135426798133210176</id><published>2008-04-28T03:08:00.000-07:00</published><updated>2008-04-28T03:17:30.757-07:00</updated><title type='text'>Artikel April ke-2 : Pemikiran dan Semangat Kartini</title><content type='html'>Sejak Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, bangsa Indonesia telah terbiasa dan rutin memperingati tanggal 21 April sebagai ''Hari Kartini''. Dalam Kepres tersebut Soekarno menetapkan R.A Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar.  Dan hari itu kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menyimak sejarah perjuangan Raden Ajeng Kartini  lahir di Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879 ini, terdapat suatu kesimpulan yang bisa diambil dari perjuangan Kartini, yaitu sebuah perjuangan yang bukan dengan memegang senjata atau pedang dan tombak melainkan perjuangan dengan memberikan semangat dan pemikiran bagi bangsa Indonesia terutama kaum perempuan untuk bisa maju seperti laki-laki dalam segala bidang, terutama dalam mengejar pendidikan dan ilmu pengetahuan. Juga bukan perjuangan melawan penjajah tapi perjuangan batin yang merasa terjajah dari kungkungan adat istiadat dan budaya yang menempatkan seorang perempuan tidak mempunyai pilihan dalam hidupnya. Karena ketika itu hidup perempuan hanyalah menjalankan kodratnya saja, tanpa diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Padahal setiap manusia diberikan potensi masing-masing yang menyertai dirinya. Potensi inilah yang akhirnya berkembang menjadi suatu kemajuan dalam ilmu pengetahuan di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai hari besar yang ditetapkan dari tanggal lair Kartini inipula sempat menjadi kontroversi di tanah air. Karena sebagian beranggapan bahwa pejuang wanita bukan hanya Kartini saja, sehingga kenapa hari Kartini saja yang diperingati. Masih banyak pahlawan wanita yang berjasa di tanah air seperti Cut Nyaâ€™ Dhien, Cut Mutiah, Nyi. Ageng Serang, Dewi Sartika, Nyi Ahmad Dahlan, Ny. Walandouw Maramis, Christina Martha Tiahohu, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pahlawan wanita ini berjuang di daerah dengan waktu dan cara yang berbeda. Mereka berjuang di Aceh, Jawa, Maluku, Menado dan lainnya. Pada waktu penjajahan Belanda, dan penjajahan Jepang, bahkan setelah kemerdekaan. Ada yang berjuang dengan mengangkat senjata, ada yang melalui pendidikan, ada yang melalui organisasi maupun cara lainnya. Kesmua pahlawan ini sama-sama disebut pejuang yang patut dihormati dan diteladani perjuangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun lebih dari itu, ada kemungkinan ide dari Presiden Soekarno menetapkan Hari Kartini karena melihat cita-cita, tekad, dan perbuatannya serta pemikirannya dalam menghalau diskriminasi terhadap kaum perempuan Indonesia yang selalau tertindas dan terkungkung hak-haknya. Ide-ide Kartini yang tertuang dalam curahan hatinya melaui surat-surat yang ditujukan kepada rekan-rekannya di Belanda telah mampu menggerakkan dan mengilhami perjuangan kaumnya dari kebodohan dan keterbelakangan pengetahuan yang tidak disadari pada masa lalu. Dan dia melakukan itu dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya yang diperjuangkan Kartini tersebut sedikit banyak mempengaruhi kaum perempuan di tanah air. Dimana saat ini banyak kaum wanita yang telah mendapat menikmati dari perjuangan Kartini. Dari pendidikan, saat ini tidak sedikit kaum perempuan yang mencicipi jenjang pendidikan SLTA, bahkan hingga ke perguruan tinggi dengan meraih gelar sarjana, master, doktor bahkan profesor. Di bidang politik, juga tidak sedikit kaum perempuan yang bisa menjadi pengurus inti partai bahkan duduk di legislatif, meskipun perkembangannya cukup bertahap. Bahkan undang-undang politik pun sekarang juga lebih mengedepankan kaum perempuan untuk bisa langsung menjadi  aktor politik. Tentunya hasil ini tak lepas dari semangat Kartini yang dituangkan kepada perempuan Indonesia untuk bisa sejajar dan menjadi mitra bagi kaum laki-laki. Membangun semangat jauh lebih sulit karena pada prinsipnya juga harus bisa mengubah cara berpikir seseorang. ''Hidup itu akan indah dan berbahagia apabila dalam kegelapan kita melihat cahaya terang'' sepotong kalimat yang diucapkan R.A Kartini semasa hidupnya inilah yang mampu memberikan arti dan spirit tersendiri dalam perjuangan kaum perempuan dalam meraih persamaan dan kesetaraan gender atau disebut juga emansipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui hobinya menulis dan membaca serta mencari informasi atau tukar pikiran dengan rekan-rekannya di Belanda, Kartini memberikan spirit bagi tokoh-tokoh wanita di tanah air. Pada surat-surat Kartini tertulis pemikiran-pemikirannya tentang kondisi sosial saat itu di masa hidupnya, terutama tentang kondisi perempuan pribumi. Sebagian besar surat-suratnya berisi keluhan dan gugatan khususnya menyangkut budaya terutama di Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan perempuan. Kartini ingin wanita pribumi juga memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat-surat Kartini lainya juga berisi harapannya untuk memperoleh pertolongan dari luar. Pada perkenalan dengan Estelle "Stella" Zeehandelaar, Kartini mengungkap keinginan untuk menjadi seperti kaum muda Eropa. Akibat kungkungan adat, perempuan tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dimadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih kritis lagi Kartini juga menyayangkan sikap kaum lelaki di tanah airnya yang kadang menjadikan agama sebagai alasan dan pembenaran bagi kaum laki-laki untuk berpoligami. Dan itu semakin memperlengkap penderitaan kaum perempuan yang dunianya hanya sebatas tembok rumah dan tersedia untuk dimadu. Sehingga perempuan benar-benar tidak punya pilihan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat-suratnya Kartini juga banyak mengungkap tentang kendala-kendala yang harus dihadapi dengan mewujudkan cita-cita menjadi perempuan Jawa yang lebih maju. Meskipun sempat sekolah sampai umur 12 tahun, dan juga kerap memperoleh pelajaran Bahasa Jawa, memasak, menjahit, mengurus Rumah Tangga dan pelajaran agama di rumahnya, Kartini tetap saja tidak diizinkan sang ayah yang padahal sedikit lebih maju pemikirannya karena merupakan seorang Bupati. Kartini tidak diizinkan melanjutkan studi ke Belanda ataupun untuk masuk sekolah kedokteran di Betawi. Namun hanya mengizinkan Kartini untuk belajar menjadi guru di Betawi. Tapi sekarang, tdiak terhitung jumlah perempuan yang berhasil menjadi dokter dan berapa banyak kaum perempuan yang bersekolah di luar negeri. Meski keluarganya agak maju dalam pendidikan, namun adat setempat tidak mengizinkan anak perempuan melanjutkan sekolah lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan keinginan Kartini yang saat itu berusia 24 tahun melanjutkan studi menjadi guru di Betawi menjadi pupus. Sekarang bahkan, sebagian besar guru di Indonesia merupakan kaum perempuan. Cita-cita Kartini semakin pupus ketika dia dinikahkan oleh orangtuanya dengan Bupati Rembang, Raden Adipati Joyodiningrat, sebagai isteri keempat. Tapi Kartini agar beruntung memiliki suami yang juga berpikiran maju. Dalam surat-suratnya, Kartini menyebutkan sang suami tidak hanya mendukung keinginannya untuk mengembangkan ukiran Jepara dan sekolah bagi perempuan bumiputra saja, tetapi juga disebutkan agar Kartini dapat menulis sebuah buku. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kebebasan dan kebahagian yang dirasakan Kartini tidak berlangsung lama. Setelah anak pertama dan sekaligus terakhirnya, RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904, beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini hanya tinggal semangat dan pemikirannya saja yang bisa kita rasakan. Namun berkat kegigihan Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan selanjutnya di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semangat dan pemikiran Kartini, kita juga bisa meneruskan perjuangannya untuk mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan. Masih banyak hal-hal yang bisa kita lakukan tentunya dengan melihat potensi yang ada pada diri kita. Tidak hanya dalam rumah tangga, lingkungan sekitar kita, tapi juga dalam organisasi dan ruang kerja kita. Yang jelas kaum perempuan saat ini tidak harus minder atau malu dengan keterbatasannya, tapi lebih bisa mengedepankan potensi yang dimilikinya. Sehingga kita bisa melihat cahaya terang berada di depan kita. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-8135426798133210176?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/8135426798133210176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=8135426798133210176' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/8135426798133210176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/8135426798133210176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2008/04/artikel-april-ke-2-pemikiran-dan.html' title='Artikel April ke-2 : Pemikiran dan Semangat Kartini'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-6751250004235589461</id><published>2008-04-28T02:54:00.000-07:00</published><updated>2008-04-28T03:04:46.909-07:00</updated><title type='text'>Artikel April ke-1 : Autisme Menggugah Dunia</title><content type='html'>Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menetapkan tanggal 2 April sebagai Hari Autisme sedunia (World Autism Awareness Day). Dengan adanya penetapan ini membuktikan bahwa dunia sudah mengakui bahwa autisme saat ini telah menjadi suatu keprihatinan bagi masyarakat dunia, dimana ada terdapat 35 juta jiwa yang menjadi penyandang autisme di seluruh dunia. Karena itu sudah waktunya bagi negara-negara di dunia untuk bersama-sama meningkatkan kedulian terhadap masalah autisme.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dalam situs puterakembara.org menyebutkan asal muasal penetapan hari autis se dunia ini dimulai dengan kehadiran Wakil delegasi PBB dari Qatar, Nassir Abdelaziz AL-Nassir yang dikenal di negaranya sebagai aktivis pembela hak azasi individu penyandang cacat telah berhasil mengangkat masalah autisme sebagai salah satu agenda tahunan PBB. Beliau telah berhasil mendapatkan dukungan suara bulat dari 50 negara anggota PBB dengan menetapkan tanggal 2 April sebagai Hari Peduli Autisme se Dunia. Agenda yang dibahs adalah penanggulangan autisme di bidang diagnosa, riset, intervensi perilaku pada usia dini dan pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Berbagai event penting telah dijadwalkan di kantor pusat PBB sehubungan dengan hari Autisme se Dunia ini anatar lain dengan menggelar pameran lukisan, diskusi panel bersama para ahli neurology dan wakil dari World Health Organization (WHO) untuk menanggulangi masalah autisme. Tema yang diangkat adalah ''Tantangan, tanggungjawab dan Tindaklanjut untuk meningkatkan kepedulian akan masalah autisme''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Berbagai negara di dunia masih tidak mengakui bahwa autisme adalah gangguan perkembangan jiwa (neurological disorder) sehingga berdampak luas pada kurangnya usaha terpadu untuk menanggulangi masalah autisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        PBB telah memasukkan masalah autisme ke dalam kategori krisis dan akan mendapatkan prioritas utama untuk penanggulangannya. Seluruh anggota PBB sepakat untuk menindaklanjuti masalah autisme. Kenyataannya bahwa usaha untuk menindaklanjuti pencehagan, pengobatan dan penyembuhan autisme dinilai sudah tidak efektif karena autisme adalah ganguan perkembangan neurology yang paling cepat pertambahan jumlah penyandangnya di seluruh dunia.&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;        Dengan adanya kesepakatan ini diharapkan memberikan kekuatan yang positif bagi para orang tua yang memiliki anak penyandang autis. Dunia seharusnya juga berusaha menghilangkan kesan di masyarakat, bahwa mempunai anak autis adalah suatu hal yang memalukan. Dengan demikian si anak merasa sudah mendapat pengakuan dari dunia. Selama ini meskipun mereka memiliki dunia sendiri, namun jauh di lubuk hati mereka yang paling dalam, mereka ingin mengenal dunia yang sebenarnya. Dunia di mana dia dilahirkan dan dibesarkan. Di dunia inipulah, para penyandang autis ingin mendapat pengakuan karena mereka juga manusia yang memiliki hak azasi yang sama dengan manusia lainnya. Jikapun mereka bisa mengatakan, mereka juga tidak ingin terlahir autis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Kasus autisme, memang belum lama muncul dan didengungkan ke permukaan. Karena autisme baru pertama kali diperkenalkan oleh Leo Kanner, psikiater di John Hopkins University di Amerika pada tahun 1943. Terutama di Indonesia khususnya di Riau, kasus ini hanya baru populer dalam satu dekade terakhir ini. Tapi dengan disepakatinya hari autis se dunia ini diharapkan masalah autisme menjadi tersosialisasikan di masyarakat. Tanpa kita sadari di lingkungan kita bahkan di dekat kita ada penyandang autis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;         Gejala autis yang harus diketahui sangat banyak, namun ada tiga kriteria yang menjadi diagnosa WHO yang mensyaratkan 3 gangguan fungsi pada penderita autis yaitu pertama, gangguan perkembangan komunikasi baik verbal (bahasa) maupun non verbal (menunjuk, kontak mata). Kedua, gangguan interaksi sosial yang nyata berbagi emosi dan empati serta ketiga adanya perilaku repetitive, kaku dan berualng-ulang (stereotipik) seperti mengulang kata-kata yang sama, bermain dengan mainan yang sama dalam waktu lama atau cara yang aneh.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    Dengan masalah autisme yang sudah menjadi masalah dunia, diharapkan juga menjadi masalah yang harus ditangani oleh negara, pemerintah setempat. Inilah yang menjadi tujuan kita di tanah air pemerintah juga turut serta menanganinya. Bahkan hingga ke tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Pemerintah sepakat mengenai pemahaman soal autisme ini. Kenapa demikian karena selama ini yang masih menjadi kendala adalah tentang kesepahaman berbagai pihak mengenai autisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Inilah yang harus menjadi bahasan bagi kita semua, untuk sama-sama memberikan pemahaman yang sama tentang autisme, tentu terlebih dahulu yang harus paham adalah pemerintah sendiri. Bagaimana dengan pemerintah provinsi Riau dan pemerintah kabupaten/kota di Riau, sendiri? Sudahkan mereka paham akan autisme ini? Karena dalam berbagai seminar dan simposium tentang autis yang sering saya hadiri di Pekanbaru, sangat jarang menghadirkan pemerintah setempat terutama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan yang menjadi sentral dari masalah autisme ini. Mungkin yang pernah ada hanya pembukaan seminar autis yang dihadir oleh isteri Gubernur Riau Hj Septina Primawati Rusli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Untuk masa depan penyandang autis, tentunya lebih tepat diarahkan pada Dinas Pendidikan, karena keluhan utama yang disampaikan para orang tua yang memiliki anak autis adalah mengenai sekolahnya setelah masuk Taman Kanak-kanak (TK). Yah, anak autis yang berusia dini 0-6 tahun tentunya bisa dimaklumi dengan jenjang pendidikan di play grup hingga TK. Tapi bagaimana ketika mereka masuk ke bangku Sekolah Dasar (SD), SMP dan SMA sederajat? banyak orang tua yang gamang karena tidak semua sekolah umum mau menerima kehadiran penyandang autis di lingkungan sekolah. Selain berbeda dari anak-anak lainnya, mungkin mereka merasa letih atau lelah memberikan perhatian ekstra terhadap anak autis ini. Walaupun anak-anak ini bisa mengikuti sebagian besar atau seluruh pelajaran di sekolah. ''Kami merasa anak-anak kami hidup di awang-awang'', begitu pekik para orang tua. Namun jika disekolahkan di sekolah khusus, tidak semua daerah memiliki sekolah khusus bagi anak-anak autis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Contohnya di Pekanbaru sendiri yang menjadi ibukota provinsi Riau. Tanpa disadari, berdasarkan seminar dan simposium tentang autisme, banyak sumber menyebutkan data penderita autis di Pekanbaru mencapai 200-300 anak. Data tersebut hanya diperoleh dari pusat terapi autis yang ada di Pekanbaru saja, tapi tidak untuk anak-anak yang tidak menjalani terapi dan terapi hanya bisa dilakukan bagi para orang tua yang mampu memberikan terapi untuk anaknya. Karena tidak dapat dipungkiri biaya terapi untuk anak autis itu cukup mahal. Rata-rata orang tua mengeluarkan kocek sebesar Rp1 juta perbulan, di luar kebutuhan si anak lainnya. Belum lagi jika si anak ikut play grup atau TK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Hingga saat ini Pekanbaru tidak memiliki sekolah khusus untuk anak autis, yang ada hanya sekolah khusus di pusat-pusat terapi. Namun di provinsi tetangga, Sumatera Barat, dari seminar autis yang digelar di Pekanbaru belum lama ini, di Kota Bukittingi sudah ada sekolah khusus untuk anak autis dan memiliki kurikulum khusus bagi anak-anak autis ini. Sekolah ini diberikan oleh Pemerintah setempat. Agaknya Wali Kota Bukittinggi cukup maju selangkah dalam masalah autis ini. Ini juga dikarenakan kepedulian pemerintah setempat terhadap masa depan anak-anak autis yang sebagian memiliki bakat dan keahlian istimewa dari anak-anak lainnya. Mungkin kebijakan ini harus dicontoh oleh Pemko Pekanbaru atau Pemprov Riau memberikan sekolah khusus bagi anak-anak ini. Dan tentunya juga memikirkan soal biaya yang sanggup dibebankan pada orang tua anak autis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Saatnya autisme menggugah dunia. Autisme menggugah pemerintah, autisme menggugah masyarakat untuk bisa menerima keadaan mereka. Dunia juga harus sepaham dengan istilah autis ini. Karena itu perlu ada suatu pertemuan khusus, yang dihadiri seluruh komponen terkait karena kasus autis merupakan kasus yang sangat komplek. Mungkin perlu dihadiri para dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI), bidan, psikiater, psikolog, dokter ahli syaraf, ahli neurologi, guru terapis, para orang tua bahkan pemerintah terutama dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Agar masalah autis ini dapat kita tangani secara bersama-sama dan memberikan kemandirian bagi penderita autis dengan membangun masa depan yang cerah kepada mereka. ***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-6751250004235589461?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/6751250004235589461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=6751250004235589461' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/6751250004235589461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/6751250004235589461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2008/04/artikel-april-ke-1-autisme-menggugah.html' title='Artikel April ke-1 : Autisme Menggugah Dunia'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-1409914089605714489</id><published>2008-03-13T02:31:00.001-07:00</published><updated>2008-03-13T04:13:56.484-07:00</updated><title type='text'>Nggak Rugi Nonton ''Ayat-ayat Cinta''</title><content type='html'>Sejak tayang film ''Ayat-ayat Cinta'' di bioskop di Pekanbaru belum lama ini, aku sering dengar cerita dari orang-orang tentang banyaknya penonton yang rela antre di bioskop hanya untuk melihat film tersebut. Kok bisa begitu yah? Ada apa sih dengan film itu? Jadi penasaran neh!!!! &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana aja nonton film tersebut entah itu di bioskop atau melalui VCD yang diperoleh dari copian di internet, sama saja. Tidak membedakan kualitas cerita dari film tersebut. Banyak hal yang bisa kita ambil hikmahnya jika sudah liat film itu. Emang sih...sekilas dan mungkin banyak yang tidak menyimak dengan seksama, sering mengambil kesimpulan inti film tersebut bercerita soal poligami. Seorang lelaki yang punya dua isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika film tersebut dicermati dengan suatu pandangan lain, lebih mendalam lagi, banyak hal penting dalam hidup ini yang bisa dipetik dari kisah tersebut. Baru tadi malam aku sempat melihat film itu melalui VCD di rumah. Sebelumnya ibuku lebih nonton duluan dba ketika kutanya apa inti dari film tersebut. Dia langsung bilang ''poligami''. Tapi buru-buru adik lelakiku menampiknya. ''Coba simak baik-baik filmnya dari awal terlebih dahulu. Tidak hanya berkisah soal poligami, tapi ada hal yang lebih baik diambil hikmahnya dari situ,'' tutur adikku, Ronal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika aku bertanya pada rekan kerjaku wanita di kantor, pertanyaan yang sama juga kulontarkan kepadanya, apa inti dari film yang banyak mengundang penasaran orang untuk menontonnya bahkan membeli dan membaca novelnya itu. ''Soal ''poligami'' kak!!!,''ujar Diana, sekretaris di kantor yang baru genap berusia 19 tahun tersebut dan belum genap setahun bekerja di kantor kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi ''poligami'' yang menurut mereka hal yang paling menonjol dari film tersebut. Pantas, sempat menjadi kontroversi di kalangan masyarakat di Indonesia. Tapi aku lantas berpikir, mungkin hanya sedikit orang yang bisa memahami suatu kejadian atau suatu cerita dengan baik dan dengan bijaksana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski aku tidak merasa bagian dari orang tersebut tapi aku justeru melihat banyak hikmah yang diambil dari melihat fil ''Ayat-ayat Cinta'' ini. Intinya adalah ''Sabar dan Ikhlas''. Inilah yang merupakan pesan yang disampaikan sutradara film ini. Saat ini, makin banyak manusia yang tidak punya sikap sabar dan rasa ikhlas dalam menghadapi cobaan, rintangan dan musibah di dunia ini. Manusia sering bersikap menyalahkan. Entahkan menyalahkan diri sendiri, orang lain, bahkan yang lebih dasyatnya menyalahkan Tuhan, Allah Yang Maha Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang terjadi ketika Fachri difitnah Nurul menghamilinya sehingga dia mendekam dalam penjara. Facri sempat frustasi ketika alibi menguatkan dirinya yang melakukan perkosaan terhadap Nurul hingga diduga hamil. Tapi dia malah disadarkan oleh rekannya di penjara yang selalu mencemohkannya ketika Facri bercerita soal Tuhan. ''Kamu harus sadar ini semua harus memberikan pelajaran kepadamu untuk bisa bersikap sabar dan ikhlas'','' tutur rekannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar dan ikhlas juga terungkap pada semua pihak yang mencintai Facri, seperti isterinya Aisyah, orang tuanya bahkan teman-temannya. Justeru disaat-saat sulit itulah, dukungan terhadap Facri semakin menguatkan dirinya untuk menerima cobaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar dan ikhlas juga terungkap melalui Aisyah yang harus rela melihat suaminya bercumbu dengan madunya ''Mariyah''. Begitupun dengan Mariyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu di film itu juga diperlihatkan bahwa manusia hendaknya tidak perlu memiliki sifat sombong ketika kita merasa besar, merasa pandai dari yang lain. Ini terjadi ketika Facri merasa down ketika dia dikeluarkan dari kampus Al-Azhar yang menjadi kebanggaannya itu. ''Ini tidak ada apa-apanya Facri. Dikeluarkan dari Al Azhar bukanlah sebuah kiamat,'' teriak rekannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sabar dan ikhlas, aku juga melihat ada hal lainnya yang lebih menarik dari film tersebut, yaitu tentang seorang muslim yang begitu menghargai kaum perempuan      dan teguh membela kaum perempuan yang ditindas oleh lelaki, oleh hukum dan adat kebiasaan di suatu daerah atau negara. Sosok Facri sangat menghormati ''wanita'' dan  melindunginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facri juga mengubah pandangan non muslim tentang muslim yang mereka anggap sebagai teroris, kaum yang tidak berkeprimanusiaan. Justru Facri lebih menjungjung tinggi kemanusian itu. Bahkan kaum non muslim sudah bisa menerima kenyataan bahwa agama Islam itu adalah sebuah agama yang membawa kedamaian, sebuah agama yang tidak membedakan umatnya kecuali iman dan takwanya kepada Allah SWT, sebuah agama yang menghargai manusia tanpa melihat siapa dia, rasnya, agamanya dan sebuah agama yang indah jika benar-benar dijalankan dengan sebaik-baiknya oleh ummatnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih tepatnya besutan film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini memang benar-benar perlu ditonton, tapi bukan hanya sekedar tontotan. Karena film ini tidak hanya bercerita soal kisah cinta yang romantic belaka tapi lebih dari itu, punya makna yang lebih mendalam yang bisa membawa kita menjadi seorang muslim yang benar-benar sejati. Salut buat Hanung, salut buat anak muda!!! Yang mampu mengubah dunia. Terus berkarya Hanung dan juga salut untuk Habiburrahman El Shirazi sang penulis novel yang mengilhami terciptanya karya bagus ini.   &lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-1409914089605714489?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/1409914089605714489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=1409914089605714489' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/1409914089605714489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/1409914089605714489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2008/03/nggak-rugi-nonton-ayat-ayat-cinta.html' title='Nggak Rugi Nonton &apos;&apos;Ayat-ayat Cinta&apos;&apos;'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-8563967921405891250</id><published>2008-03-08T00:27:00.000-08:00</published><updated>2008-03-08T01:08:53.948-08:00</updated><title type='text'>''Publikasi'' dan KPAID</title><content type='html'>Tadi siang aku dikejutkan oleh telepon yang kuterima dari temanku sesama wartawan yang saat ini menjadi anggota Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPID) Kota Pekanbaru. ''Sudah baca surat pembaca Riau Pos hari ini? Bacalah dulu, nanti kutelepon lagi,'' ujarnya. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran, aku langsung liat Riau Pos hari ini pada kolom surat pembaca di halaman opini. Selanjutnya aku jadi tersenyum-senyum bahkan ngakak ketika baca surat tersebut. Karena di situ ada bantahan dari Ketua KPAID Kota Pekanbaru tentang berita yang kutulis dengan nara sumber temanku itu yang notabene adalah timnya di KPAID.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada yang salah sengan komentar temanku itu. Yang ada hanyalah sikap tak rela, akan tersingkir dari popularitas dari Ketua KPAID. Dia nggak mau yang kasih komentar itu anggotanya, harus melewati dirinya sebagai ketua. Apalagi pada berita tersebut foto temanku itupun nongol di situ. Semakin membuat dirinya kebakaran jenggot ''Kok nggak foto saya yang muncul?''. Apalagi sehari sebelum itu beritanya sempat nggak dimuat di Riau Pos dan koran-koran lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak etis bila kusebut namanya. Tapi hampir semua wartawan tahu jika orang yang kumaksud tersebut memang ''haus popularitas atau haus publikasi''. Dan dia emang nggak disukai oleh wartawan di Pekanbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagian berita tersebut merupakan program kerja temanku selaku ketua Pokja untuk mendata ''anak-anak jalanan'' di Pekanbaru. Tapi dia nggak mau didahului rupanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal,...aku mungkin bisa mencibir, dia itu terpilih menjadi anggota KPAID karena apa? Karena aku merupakan salah seorang anggota tim seleksi KPAID Kota Pekanbaru. Dan aku tahu bagaimana proses para anggota KPAID Kota Pekanbaru hingga sampai ke DPRD dan wali kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang anggota KPAID Kota Pekanbaru yang diseleksi melalui DPRD dan wali kota tersebut bukan yang dirancang oleh tim seleksi. Karena ketika nama-nama berada di tangan DPRD dan wali kota, di situ pasti ada kepentingan. Paling hanya 30 persen saja  dari tujuh orang anggota KPAID yang disukai oleh tim seleksi untuk menjadi anggota KPAID.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya bantahan dari ketua terhadap anggotanya itu, pembaca pasti bisa menilai ada yang tidak beres secara internal dalam tubuh anggota KPAID Kota Pekanbaru. Karena sesama tim saja tidak kompak, bagaimana program akan dapat berjalan dengan baik? Belum lagi setahun umur KPAID, tapi belum kuat berdiri kokoh. Padahal sejuta harapan yang menyangkut masa depan anak Pekanbaru tergantung pada KPAID. Untuk menguatkan program, suatu organisasi harus kokoh dulu di dalamnya. Karena itu pasti pembenahan pertama adalah konsolidasi ke dalam. Tapi KPAID? Banyak informasi yang kuperoleh bahkan, ketidakkompakan ini sudah tercium sejak awal-awal mereka dilantik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ini ada kaitannya dengan rasa ''haus publikasi'' oleh oknum KPAID yang sayangnya malah menjadi ketua. Nggak heran kok, rata-rata karekteristik pemimpin di Indonesia memang ''haus publikasi'', haus popularitas dan haus pujian. Tapi mereka nggak sadar, justeru kehausan itulah yang membuat mereka malah jatuh ke jurang yang paling dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu jabatan sebagai anggota KPAID, hanya mereka tuju untuk suatu kepentingan pribadi. Tidak hanya kepentingan popularitas, tapi juga kepentingan ''kocek'' dengan harapan mendapatkan gaji yang lebih besar di KPAID. Nauzubillahminzalik....mau jadi apa KPAID ???? &lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-8563967921405891250?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/8563967921405891250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=8563967921405891250' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/8563967921405891250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/8563967921405891250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2008/03/publikasi-dan-kpaid.html' title='&apos;&apos;Publikasi&apos;&apos; dan KPAID'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-1756848115361898918</id><published>2008-02-27T03:50:00.001-08:00</published><updated>2008-11-06T19:09:59.461-08:00</updated><title type='text'>Menjadi Wanita Sempurna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/R9jxAbjZ9QI/AAAAAAAAAC4/Z-WOQWdexfk/s1600-h/women.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/R9jxAbjZ9QI/AAAAAAAAAC4/Z-WOQWdexfk/s200/women.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177152761360938242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/R9I0bLjZ9PI/AAAAAAAAACw/iVhHzTbhoFA/s1600-h/P2290019.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/R9I0bLjZ9PI/AAAAAAAAACw/iVhHzTbhoFA/s200/P2290019.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175256563364525298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada yang bertanya kepadaku, apa yang kau inginkan dalam hidupmu? Jawabanku hanya satu, yaitu menjadi wanita yang sempurna. Tampaknya agak berat dan tak mungkin, tapi setidak-tidaknya apa yang dijalani oleh seorang wanita (karena aku terlahir dengan kelamin perempuan) dapat aku rasakan.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan alhamdulillah, saat ini aku benar-benar merasa jadi wanita yang sempurna. Kenapa begitu? karena aku sudah menjalani tahap-tahap demi tahap untuk menjadi wanita yang sempurna. Tentunya dimulai dari saat pertama mengalami menstruasi, hingga masa pubertas. Dan akhirnya menikah, dengan pria yang kucintai dan menjadi kekasihku terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang lebih penting adalah masa-masa menjadi isteri sekaligus ibu dari ketiga anak-anakku. Betapa tidak, aku memiliki dua anak laki-laki dan satu anak perempuan. Lengkap sudah hidupku. Aku bisa merasakan bagaimana perbedaan antara anak laki-laki dan anak perempuan. Baik perangai mereka, fisik mereka bahkan cara mendidik mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ada anggapan memiliki anak perempuan atau anak laki-laki sama saja. Tapi dalam prakteknya, aku melihat ada suatu perbedaan antara anak-laki-laki dan anak perempuan.  Dan aku sangat bersyukur punya anak laki-laki dan anak perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang membuatku menjadi salah satu wanita sempurna di dunia ini, adalah proses hamil dan melahirkan ketiga anak-anakku yang terlahir normal, tanpa operasi. Ini suatu mukjizat dari Allah SWT. Karena pada proses inilah memang dibuktikan keteguhan dan kekuatan seorang ibu untuk memperjuangkan dirinya dan anaknya selamat terlahir di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi terpikir, emang pantas saja, jika surga itu berada di bawah telapak kaki ibu . Tak terbayang betapa sakitnya selama sembilan bulan membawa beban berat di dalam perut. Dan merasa rela, tubuh yang dulunya langsing aduhai jadi gendut dan kadang malah kayak badut. Apalagi jika punya bawaan hamil dengan muntah-muntah segala, ngidam dan bawaan lainnya. Wah, kalau dipikir itu aku jadi nggak kepikir mau hamil lagi deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang nggak bisa terlupakan adalah ketika si jabang bayi bergerak-bergerak di dalam perut. Kayaknya asyik aja ngeliatnya. Aku berpikir kok dalam perutku ada makhluk Tuhan yang bernyawa di situ. Seperti apa yah jika dia lahir ke dunia ini? Itu terus saja yang ada di benakku saat hamil gede.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hingga tiba saatnya ketika mau melahirkan. Inilah proses terberat dalam suatu tahap  bersalin. Kontraksi janin yang kuat, sakitnya bukan main. Sakit yang paling sakit yang kurasakan adalah ketika berada dalam proses melahirkan. Apalagi saat melahirkan anak ke  dua dan ketiga, sakitnya sungguh lama. Perutku mereka buat melilit-lilit  dengan sangat dasyatnya. Aku malah berpikir tak tahan lagi. Tapi untunglah aku tetap bertahan untuk tidak operasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sakit itu jadi hilang ketika suara tangis bayiku menggema dan brojol.....!!! anak keluar dari rahimku. Rasanya plong banget....!!! Sumpah...!!!! Ini suatu mukjizat yang nggak ada duanya. Dan ini adalah karunia yang nggak ternilai harganya. Allah itu benar-benar Maha Besar. Allahu Akbar!!! Nggak ada kekuatan manapun yang bisa menyerupai kekuatannya. Nggak ada yang bisa menciptakan sesuatu sebagus ciptaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari proses ini aku benar-benar yakin bahwa anak itu sebuah anugerah yang Yang Maha Kuasa dan anak adalah amanah. Karena tidak semua orang yang dititipkan Allah seorang anak. Dan aku bersyukur menjadi salah seorang hamba yang dipercaya memegang amanah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, benar-benar merasa menjadi wanita yang paling sempurna di dunia ini. Karena aku telah melewati masa-masa nikmatnya menjadi seorang wanita. Terima kasih ya Allah menjadikanku sebagai wanita sempurna. Dan aku benar-benar tunduk kepadaMu.     &lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-1756848115361898918?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/1756848115361898918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=1756848115361898918' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/1756848115361898918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/1756848115361898918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2008/02/blog-post.html' title='Menjadi Wanita Sempurna'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/R9jxAbjZ9QI/AAAAAAAAAC4/Z-WOQWdexfk/s72-c/women.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-4919724666444458783</id><published>2008-02-27T03:39:00.000-08:00</published><updated>2008-02-27T04:16:36.131-08:00</updated><title type='text'>Heboh Trio Macan</title><content type='html'>Kehadiran kelompok Trio Macan ke Pekanbaru dalam rangka ulangtahun PWI dan HPN pada Sabtu lalu, ternyata hingga saat ini masih membekas di hati masyarakat Pekanbaru. Rata-rata banyak yang komentar ''wooowwww''. Entah itu wow karena rasa terkejut sekaligus terkesima dengan penampilan yahud yang dipamerkan tiga cewek ''berani'' tersebut, entah juga wow karena kaget kok di negeri yang kental dengan nuansa Melayu ini penyanyi ''hot'' seperti trio macan bisa lolos sensor di sini. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di salah satu blog pribadi rekan saya, Helfizon Assyafei yang bekerja di riau pos, mengemukakan kegelisahan hatinya yang gundah gulana dengan aksi pentas Trio Macan yang ''hot'' di acara PWI tersebut. Apalagi yang ikut menonton adalah para pejabat teras di Riau dan tokoh masyarakat Riau. Menurutnya banyak sms yang diterimanya, banyak yang merasa komplain dengan pilihan PWI yang menampilkan Trio Macan di Pekanbaru. Apalagi dia yang cukup peka terhadap permasalahan kemasyarakatan terutama yang menyangkut pembahasan soal agama, seakan-akan merasa ikut ditampar karena ''terlibat'' untuk menyetujui aksi Trio Macan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya Helfizon, saudara dan teman-teman yang saya jumpai atau menemui saya di rumah juga tak kalah heboh membicarakan soal aksi Trio Macan itu. Bahkan saya masih teringat komentar heboh mama saya yang ikut nonton acara itu. Sebenarnya mama pengen nonton lantaran ada penampilan Zalmon, penyanyi asal Sumatera Barat yang merupakan salah satu idolanya. Tapi kebetulan di situ juga ada Trio Macan dan penyanyi dangdut lainnya, kalau tidak salah kata mama namanya Chelsie Panduwinata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama bilang padaku, penampilan Trio Macan itu memang sangat erotis, bahkan seperti penari striptise, yang meliuk-liukkan badannya di tiang dengan goyangan ''hot'', aksi ini juga didukung dengan pakaian yang mereka kenakan. ''Persis, mereka seperti mengenakan celana ''cangcut'' (celana dalam, red) saja, tapi hanya ditutup dengan rok jumbai-jumbai''. Aku sendiri merasa heran kok tidak ada niat juga untuk nonton penampilan Trio Macan di Riau Televisi, yang sebelumnya sudah menyiarkan berita di koran menampilkan siaran langsung acara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah bercanda mama bahkan mengatakan aksi goyang ''hot'' Trio Macan itu tampak  sangat dinikmati para undangan yang hadir. ''Wah, bapak-bapak pejabat itu malah terpana dan sesekali-kali tampak saling berbisik-bisik dan kemudian tersenyum,'' kata mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tidak hanya mama yang bilang demikian. Bahkan salah seorang rekan saya di  RTV mengatakan, saat acara baru saja mau usai, massa Front Pembela Islam (FPI) bersiap-siap menghadang acara tersebut. ''Pak Mulyono lari terbirit-birit, takut dikeroyok massa FPI, wah pokoknya ngeri deh waktu itu. Kami takut aja terjadi bentrokan,'' jelas rekan saya itu kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kemarin juga, rombongan pengurus Pemuda Muhammadiyah Riau juga datang ke kantor PWI. Mereka amat menyesalkan PWI menghadirkan Trio Macan yang aksi panggung dan penampilan mereka tidak mencerminkan budaya Melayu yang sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejadian ini, tentunya ini menjadi pelajaran bagi PWI dan juga kelompok lainnya untuk berhati-hati menghadirkan artis ke Pekanbaru atau ke Riau. Karena dimaklumi, kita di Riau terus mengumandangkan ke luar bahwa kita sangat teguh mempertahankan budaya Melayu di bumi Lancang Kuning ini. Meski tidak perlu munafik, sebagian dari kita pasti mengaku Trio Macan dan sebangsanya, sedikit banyak memang memberikan hiburan bagi masyarakat. Tapi lagi-lagi kita harus tahu tempat dan waktu yang tepat untuk dapat menikmatinya. ***      &lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-4919724666444458783?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/4919724666444458783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=4919724666444458783' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/4919724666444458783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/4919724666444458783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2008/02/heboh-trio-macan.html' title='Heboh Trio Macan'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-586929201503730486</id><published>2008-02-20T22:50:00.000-08:00</published><updated>2008-02-20T23:18:43.262-08:00</updated><title type='text'>Gara-gara Lobang</title><content type='html'>Sudah lama juga aku tidak nulis diblog ini, maklum lagi banyak kesibukan yang menyita waktuku untuk bergumul di blog ini. Sekitar dua hari lalu, kami baru saja nyaris kena musibah yang cukup dasyat. Saat pulang ke Pekanbaru dari menghadiri persta perkawinan adik kami di Desa Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Singingi, sepeda motor yang ditumpangi adik iparku terpelanting kena lobang besar yang menganga lebar di jalan raya Lipatkain. Saat itu mobil yang kami kendarai hanya empat meter berada didepannya. Brakk....adik kamipun ikutan melambung dan terpelanting ke jalan.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, tak elak lagi, aku yang berada di kursi depan bersama suamiku yang sedang menyetir, langsung terkejut. Yang ada dipikiran kami ketika itu, mobil tidak bisa dikendalikan dan kami ikutan menggilas sepeda motor dan adik kami ketika itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untunglah, suamiku cukup cekatan dan tidak panik saat itu. Ia langsung membanting stir ke arah kanan. Dan untungnya di sebelah kanan hanya ada semak-semak belukar, bukan jurang. Tapi bamper mobil kami sempat berbunyi dan memang agak rusak sedikit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mobil berhenti, jantungku terus berdebar. Suami dan pacar adik iparku yang berada di dalam mobil bersama kami langsung menghampiri adik kami yang saat itu sedang merintih kesakitan di jalan. Masih untung juga dia hanya kena luka lecet di tangan, kaki dan pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah ini menjadi pelajaran bagi kami, untuk tidak berangkat jauh pada malam hari. Karena resikonya juga tinggi. Kami juga sempat deg-degan di sepanjang perjalanan kami karena kami terus dibuntuti mobil sedan di belakang kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku, malah pikir macam-macam, jika mobil sedang tersebut punya niat jahat, tapi aku positif thingking karena di saat jalanan sepi mobil sedan itu tidak mencegat kami dan dia terus berada di belakang. Pikirku, orang yang berada di dalamnya pasti ingin mencari teman di jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untunglah firasatku yang benar. Apalagi samar-samar dari kaca mobil kami melihat penumpangnya hanya satu orang saja. Pada saat musibah itu terjadi, ternyata mobil sedan itu dikendarai oleh supir taksi yang memang berniat mencari teman di jalan. Dan dialah yang juga sempat membantu kami setelah sesudah itu melaju menuju Pekanbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sampai saat ini, batinku terus menggeruti terhadap pemerintah setempat baik itu Pemerintah Kabupaten Kuansing, Pemerintah Kabupaten Kampar ataupun Pemerintah Riau juga, yang tidak mau memperbaiki jalan yang mamang banyak rusak dan berlobang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat kepikir, kalau di luar negeri, terutama di negara yang maju, pemerintah setempat pasti kena tuntut karena tidak segera memperbaiki jalan dan rakyatnya ikut menjadi korban karena kelalaiannya itu. Dalam undang-undang atau peraturan di negara itu juga ada ketegasan tentang tanggungjawab pemerintah terhadap insfrastruktur seperti jalan yang dilalui oleh masyarakat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi, kekecewaan, kembali diungkapkan kepada Indonesiaku, yang memang tidak bisa dibanggakan. Tidak hanya di Kuansing, Kampar, di Rohil pun juga demikian. Padahal jalan yang dilalui adalah jalan lintas provinsi. Ini juga tidak hanya terjadi di Riau saja, juga berlaku di daerah-daerah lainnnya di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku nggak tahu apakah pemerintah memang tidak tahu, apa yang menjadi prioritas  dalam sebuah pembangunan? Ataukah memang tak tahu atau purapura tak tahu??? Jawabannya mungkin hanya terus menunggu, munculnya pemerintah atau pemimpin yang benar-benar memihak pada kepentingan rakyat. Tapi sampai kapan yah..... Tau dech.....kacian deh loe.....       &lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-586929201503730486?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/586929201503730486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=586929201503730486' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/586929201503730486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/586929201503730486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2008/02/gara-gara-lobang.html' title='Gara-gara Lobang'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-2252516127763763671</id><published>2008-01-22T01:04:00.000-08:00</published><updated>2008-01-22T20:56:25.187-08:00</updated><title type='text'>Dimana Kita?</title><content type='html'>Belum lama ini aku dan suamiku membawa anak kedua kami ke tempat praktek dokter anak di Jalan Sudirman.  Ada pemandangan yang membuat hatiku terenyuh, dimana di antara banyaknya orang tua yang mengantar anak mereka berobat terdapat dua orang tua yang merupakan keturunan etnis Tionghoa, di samping mereka ada baby sitter yang sedang mengendong anak mereka.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan mereka yang keturunan itu yang membuatku tertarik membahas ini, melainkan terhadap baby sitter atau pengasuh anak mereka. Betapa tidak, baby sitter dan pengasuh dari masing-masing majikan itu, merupakan orang Indonesia yang merupakan etnis Melayu. Pemandangan ini sangat banyak ditemukan di rumah-rumah para warga keturunan ini karena aku juga punya banyak kenalan dari etnis Tionghoa, bahkan juga sahabat. Hampir semua baby sitter, pengasuh, supir, sekuriti ataupun pembantu mereka merupakan orang Indonesia sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh dikata ini sebagai renungan bagi kita semua. Mereka, para etnis Tionghoa tersebut tidak salah. Yang salah adalah kita, yang bodoh juga kita. Kenapa kita tidak bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri? Kenapa kita hanya bisa menjadi orang kedua di tanah air kita sendiri? Bukankah seharusnya kita menjadi majikan di rumah sendiri? Jika di rumah sendiri kita bukan orang yang pertama, apalagi jika berada di negara orang lain. Pantas saja kita hanya bisa mengirim tenaga kerja pembantu ke luar negeri. Kasihan sekali...Indonesiaku!!! Dimana sih letak kesalahan kita sebenarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya mungkin lebih tepat kesalahan itu menyangkut banyak pihak, entah itu berawal dari diri kita sendiri yang menginginkan diri kita untuk maju atau tidak? Juga menyangkut soal nasib ataupun takdir. Namun yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana sistem berjalan di negara ini. Semua pihak yang terlibat sebagai penyelenggara negara harus mampu mengubah semua ini menjadi lebih baik dengan membuat rakyatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Percuma saja jika toh mereka (para penyelenggara negara ini) dibayar dari gaji yang juga berasal dari rakyat dan seharusnya segala tugas mereka adalah mensejahterakan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga menjadi pembelajaran bagi pemerintah untuk bisa mengatasi persoaalan di tengah-tengah masyarakat. Ini jadi keprihatinan di mana faktor-faktor penentu seperti pendidikan, penyediaan lapangan pekerjaan, peningkatan ekonomi rakyat tidak pernah mendapat perhatian penting dari pemerintah. Penyelenggara negara lebih banyak mengedepankan kepentingan diri sendiri. Memperkaya diri sendiri dan tidak pernah memikirkan nasib rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apakah mereka nggak malu, bangsa mereka, keturunan mereka hidup menjadi orang-orang kedua, ketiga atau bahkan orang-orang yang hanya dipandang sebelah mata saja? Ini sangat kejam sekali jika kondisi ini tetap tidak menjadi perhatian bagi penyelenggara pemerintahan di negara ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak heran rasanya Indonesia sering ditimpa musibah bencana, musibah ekonomi sulit , musibah pelecehan, musibah kebobrokan moral yang semuanya berawal dari satu pintu keluarnya kita dari jalur yang telah ada. Orang hukum keluar dari hukum, para pendidik keluar dari jalur pendidik dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa berharap satu persatu orang yang tahu, satu persatu orang yang sadar  membuat komunitas yang sama bersatu menuntun kita untuk tidak keluar jalur yang telah ada. ***   &lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-2252516127763763671?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/2252516127763763671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=2252516127763763671' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/2252516127763763671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/2252516127763763671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2008/01/dimana-kita.html' title='Dimana Kita?'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7884713938231886714.post-597123417330690928</id><published>2008-01-18T01:46:00.000-08:00</published><updated>2008-01-22T21:00:02.404-08:00</updated><title type='text'>Selamat Ulang Tahun Riau Pos</title><content type='html'>Sebenarnya, lebih tepat kata hati ini diungkapkan hari kemarin Kamis (17/1) bertepatan dengan ulang tahun Riau Pos ke 17. Kenapa begitu? Tepat 17 Januari tahun 2000, aku mulai bekerja di Riau Pos sebagai wartawan.  &lt;br /&gt;    &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena masih baru, selama seminggu kami yang diterima pada rekrutan saat itu sebanyak 11 orang (kalau tidak salah, yah) diberi pelatihan tentang jurnalistik. Setelah itu dua minggu kami dimagangkan, dibiarkan lepas mencari berita, melaporkan berita serta membuat berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Januari sangat berkesan dihatiku hingga saat ini. Karena aku diterima sebagai wartawan di sebuah harian ternama di Riau. Aku sangat senang sekali, betapa tidak, sejak lulus dari kuliahku di Fisipol Unri, setelah menerima ijazah di wisuda bulan Februari 1999, ngggak tahu kenapa aku pengen banget jadi seorang jurnalis. Mungkin karena aku kagum dengan sosok presenter Ira Kusno dari SCTV yang ketika itu lagi naik daun. Padahal, percaya atau tidak. Sedikitpun aku nggak punya basik jurnalistik dan dulu pun aku nggak berminat jadi seorang wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi seiring bergulirnya reformasi dan juga diiringi dengan reformasi di bidang jurnalistik dengan adanya kebebasan pers yang dimulai pada masa pemerintahan Habiebie, aku jadi suka mendengar berita-berita di televisi ataupun di koran-koran terutama yang berkisah tentang nasib bangsa ini, tanah airku. Dan ketika itu juga timbul keinginan jadi wartawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diingat-ingat nggak mungkin rasanya aku memilih profesi ini. Sebab, ketika masa kuliah dulu, aku sangat cueks dengan kegiatan kampus. Entah itu pemilihan presiden BEM Unri ataupun gubernur BEM fakultas. Saat pemilihan, aku dan dua orang temanku yang tergabung dalam gank kami lebih memilih jalan-jalan ke mal atau nonton bisoskop.&lt;br /&gt;Aku and the ganks juga sering ketawa-ketiwi ketika melihat beberapa teman-temanku yang suka sok akrab dengan dosen atau juga duduknya paling di depan saat kuliah. Sedangkan kami malah memilih duduk di belakang dan dipojok lagi sambil ngerumpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh....!!!! aku aja nggak nyangka bisa jadi wartawan dan tidak pernah berpaling hati ke profesi lain. Bahkan ketika aku pindah ke Batam di Sijori Pos pada tanggal 10 Februari 2000, beberapa bulan di situ tepatnya bulan April 2000 aku mendapat tawaran jadi karyawan di PT Semen Padang. Kebetulan aku punya saudara di situ yang juga punya jabatan penting. Pokoknya aku dijamin bisa kerja di situ deh.... Tapi aku nggak mau dan aku semakin betah jadi wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, karena jadi wartawan, aku merasa nggak kuper dan aku malah sangat peka dengan orang-orang disekelilingku. Aku juga peka dengan nasib bangsa ini, nasib negara ini. Dan yang lebih penting aku jadi banyak teman, banyak sahabat, banyak relasi. Itu yang penting. Uang? mungkin juga tapi itu tidak terlalu penting daripada tambah wawasan dan teman. Selain itu aku juga tambah PD alias percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Januari memang harus selalu aku ingat dalam memoriku. Dan nggak dipungkiri aku juga sangat berterima kasih dengan Riau Pos yang telah membuka pikiranku, membuka mata hatiku dengan membuka diri bagi siapa saja. Banyak pengalaman dan pengetahuan yang kuperoleh ketika bekerja di Riau Pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun Riau Pos !!! Semoga tetap jadi yang terdepan selamanya!!! Dan juga terima kasih buat Pak Rida K Liamsi. Yang kuanggap tidak hanya sebagai seorang bos di tempatku bekerja, tapi juga sebagai seorang bapak. Mungkin kalau dilihat sepintas saja, banyak orang yang segan dengan beliau. Mungkin karena pengalaman dan jabatannya. Tapi ketika Pak Rida pernah bilang, siapa saja karyawannya, jika mengeluh kepadanya akan dia dengar. Sepintas lalu, mungkin banyak yang anggap komentar beliau hanya basa basi saja, tapi ternyata tidak. Aku mencobakan diri untuk bertanya, meminta pendapat dan dia berusaha mendengarkannya. Sungguh...!!! aku tak menyangka dia begitu sangat respon dan dia tidak pernah membeda-bedakan karyawannya, apapun jabatannya atau statusnya. Hingga saat ini aku masih sempat curhat pada beliau, setidak-tidaknya melalui sms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beliau jugalah yang memintaku pindah ke Batam. Dia membuatku jadi seorang yang kuat dan tegar. Karena selama hidupku aku tidak pernah pisah dengan orang tuaku. Ketika ditawari ke Batam, entah kenapa hatiku sangat bulat ingin merantau kesitu seorang diri tanpa seorangpun keluarga. Dan di Batam pulalah aku bertemu dengan suamiku saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku juga punya cerita sendiri tentang sosok Rida K Liamsi. Kebetulan dia karyawan Sijori Pos, nama Batam Pos ketika itu yang sebelumnya merupakan Riau Pos perwakilan  Tanjungpinang, dengan profesi sebagai layout. Dalam pergaulannya sehari-hari dia sangat dekat dengan anak Pak Rida, Oktavio Bintana atau yang akrab disapa Pio yang juga layout di Sijori Pos. Ketika Pak Rida ke Batam, namanya juga anak, meski udah kerja dan punya gaji sendiri, Pio minta duit ke bapaknya, dan ketika itu dia bersama suamiku. Saat itu Pio dan suamiku masih berstatus lajang. Tanpa pikir panjang, Pak Rida langsung memberikan uang kepada Pio. Tapi dia juga berikan uang yang jumlahnya sama kepada suamiku. Ternyata beliau tidak pandang bulu, anak atapun siapa, kalau dia mau kasih yah dikasihnya. Suamiku saja sempat kaget dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita lain juga dirasakan suamiku ketika dia mempunyai masalah di kantor dan protes dengan kebijakan kantor. Suamiku dan temannya dipindahkan ke bagian lain oleh pihak menajemen Sijori Pos. Suamiku sempat emosi dan marah ketika itu. Hingga akhirnya dia ketemu dengan Pak Rida. Ketika itulah mereka sempat saling curhat. Pak Rida berusaha menenangkan suamiku dan dia sempat berujar. ''Jika kau punya masalah...tolong cerita sama aku...anggap aku ini bapakmu...!!!. ,'' ujar Pak Rida. Pada saat itu suamiku langsung tersentuh... kata-kata itu baginya sebagai penyejuk hatinya yang dibalut bara api. Dan dia juga memang sangat merindukan sosok seorang bapak karena dia jua merantau di Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suamiku pindah dari Sijori Pos dengan mendirikan koran baru harian ''Lantang'' bersama beberapa orang rekannya, aku bersama dua orang rekanku di Riau Pos pindah ke Sijori Pos. Ketika suamiku masih bolak-balik ke Sijori Pos karena selama tiga bulan sejak hengkang gajinya masih dibayar oleh perusahaan, disitulah awal pertemuan kami hingga akhirnya menikah dan punya tiga orang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riau Pos mempunyai kenangan tersendiri bagi kami berdua dan secara tak langsung berhubungan dengan sosok orang nomor satu di situ yaitu Rida K Liamsi. Sekali lagi selamat ulang tahun Riau Pos, semoga terus menjadi yang terdepan, semakin cemerlang, semakin terbilang. ***  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7884713938231886714-597123417330690928?l=giarva.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giarva.blogspot.com/feeds/597123417330690928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7884713938231886714&amp;postID=597123417330690928' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/597123417330690928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7884713938231886714/posts/default/597123417330690928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giarva.blogspot.com/2008/01/selamat-ulang-tahun-riau-pos.html' title='Selamat Ulang Tahun Riau Pos'/><author><name>giarva.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12543639850036357395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yqZJn_FH1Yk/SWxv14Wyr-I/AAAAAAAAAFY/s5HgF-6oFp4/S220/rini+baru+3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
